Road to Dieng Plateau

January 26, 2012 in Journal, Travel

Dataran Tinggi Dieng adalah tujuan wisata impian saya sejak lama setelah ngiler membaca postingan Telaga Warna dari salah seorang teman CouchSurfing sekaligus blogger asal Malaysia, Nurbaya. Ditambah membaca postingan Mbak Yu Elly di blognya juga. Semakin mantaplah saya ingin kesana, dan akhirnya pada liburan Imlek kemarin tuntas sudah keinginan saya. Sebenarnya liburan Imlek kemarin itu saya berencana ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran, apalagi sudah ada janji dengan Mas Jelek satu ini untuk jalan bareng kalau dia mudik dari Jakarta ke kampung halamannya. Tapi alam berkata lain, Kawah Ijen ditutup untuk umum karena statusnya yang bahaya.

Welcome to Dieng

Welcome to Dieng

Untuk menuju Dieng saya harus oper bis sampai 5 kali dari Jombang. Sabtu siang berangkat dari Jombang ke Yogyakarta, perjalanan yang biasanya ditempuh selama 5-6 jam tapi karena macet di Madiun dan Solo jadinya 7 jam baru sampai di Yogyakarta. Kembalinya lebih parah lagi, 9 jam baru sampai Jombang, padahal jalanan nggak macet-macet amat. Menginap semalam di Yogyakarta di rumah teman baru besok pagi-pagi lanjut naik bis ke Magelang. Jalanan sepi karena masih pagi jadi lebih cepat tiba di Magelang. Sampai terminal Magelang lanjut naik bis mini ke Wonosobo.

Perjalanan dari Magelang ke Wonosobo benar-benar sungguh fantastis. Jalanan berkelok naik turun dan supir bis beraksi layaknya pembalap F1. Bisa dibilang semua supir bis mini juruan Magelang-Wonosobo adalah lulusan F1. Ugal-ugalan sih nggak, saya hanya terkagum-kagum dengan cara menyetir mereka yang sudah terbiasa dengan medan naik turun dan berkelok, wuzz wuzz wuzzz… Mungkin bagi yang pertama kali naik kesannya adalah mereka tukang kebut dan ugal-ugalan. Seru loh, apalagi saya duduk di belakang pak supir.

Yang menakjubkan lagi adalah pemandangan menuju Wonosobo melewati Gunung Kembar (jangan ngeres ya otaknya). Gunung kembar tersebut adalah Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Kiri dan kanan adalah gunung, seolah-olah bis mini kecil mungil membelah dua gunung gagah tersebut karena memang jalan raya pas di tengah antara dua gunung tersebut. Mungkin kalau boleh berhenti saya ingin sekali berfoto, saya hanya puas bisa memfoto dari dalam bis dengan kecepatan penuh, hasilnya ya blurry semua haha.

Gunung Sindoro Sumbing

Foto gunung ini saya ambil di dalam bis dengan kecepatan tinggi, dan hanya satu gambar yang nggak blur yang saya dapat. Entah ini Gunung Sindoro atau Sumbing

Sampai di terminal Wonosobo dilanjut ke depan RSU Wonosobo, karena bis ke Dieng tidak ada di terminal, jadi saya naik bis mini jurusan Purworejo ke RSU Wonosobo, jaraknya nggak terlalu jauh kok, 5-10 menit pun sampai karena memang masih di dalam kota Wonosobo. Nah dari depan RSU Wonosobo lanjut naik bis mini yang ngetemnya lama karena menunggu penumpang penuh. Saya sebagai penumpang pertama jadi nunggunya juga paling lama.

Pemandangan dari Wonosobo ke Dieng juga nggak kalah menakjubkan, jalanan sudah mulai sangat menanjak dan berkelok-kelok. Kiri kanan sangat hijau, teras siring ladang kentang, bawang, kubis, dan berbagai tanaman komoditas petani Dieng. Mata rasanya sejuk melihat pemandangan tersebut. Tidak saja mata yang sejuk tapi udara juga sangat sejuk alias dingin.

Pas jam 11.30 sampai di Dieng, cari penginapan pun nggak sulit disana karena banyak sekali losmen-losmen murah. Cek in dan bersih-bersih sebentar langsung lanjut berpetualang di Dataran Tinggi Dieng. Nantikan postingan saya selanjutnya yak!

Happy Traveling!!! Wonderful Indonesia!!!

Tambahan: karena ada yang mupeng dan ngiri setelah lihat foto-foto saya tanya berikut saya share rute dan habis budget berapa.

  • Bis Jombang-Yogyakarta (AC Ekonomi) = 30.000 (6 Jam)
  • Bis Yogyakarta-Magelang = 8.000 (2 Jam)
  • Bis Mini Magelang-Wonosono = Waktu berangkat bayar 17.000, tapi waktu pulang hanya 15.000 (2 Jam)
  • Bis Mini Wonosobo-RSU Wonosobo = 2.000 (5-10 Menit)
  • Bis Mini Wonosobo-Dieng = Waktu berangkat bayar 10.000 tapi waktu pulang 8.000 (1 jam).

Hitung sendiri yak!!!

About the author

Alid Abdul wrote 37 articles on this blog.

Blogger asal Jombang yang ganteng, baik hati, rajin nabung, dan hobinya ngelayap

Be Sociable, Share!