AirAsia Mengubah Hidup Saya

50

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 3 menit dari hidupmu.

Mengingat kembali ke empat tahun silam, tepatnya tanggal 12 Mei 2010, momen dimana saya memulai mimpi saya. Masih terngiang di ingatan bagaimana deg-degan-nya saya pagi itu setelah cek in, ya tujuan saya adalah Singapura. Wajar saja saya gemetaran karena itu adalah waktu pertama kalinya saya akan ke luar negeri. Ketika semua penumpang tertidur lelap menikmati perjalanan saya justru terjaga karena rasa exciting yang luar biasa. Begitu mendarat di Changi International Airport kaki saya langsung lemas, saya berjalan gontai keluar dari pesawat dengan keringat dingin. Antara tidak ingin turun dari pesawat karena takut dengan dunia baru yang akan saya hadapi di luar, dan antara keinginan kuat untuk segera melihat dunia lain yang berbeda. Saya turun pesawat dengan memantapkan hati, tsah!

Now everyone can fly, let’s fly!

Petugas imigrasi Singapura memberikan senyumnya yang paling ramah menyambut kedatangan saya β€œOnly two days? Ok, happy holiday”. Itulah keramahan pertama yang saya dapatkan dari orang lain di luar negara saya Indonesia.

Merlion di Singapura

Ini mimpi, mimpi yang menjadi kenyataan. Semenjak kecil saya bermimpi untuk bisa melangkahkan kaki di negeri asing. Saat masih duduk di sekolah dasar saya paling cepat menghapal nama-nama negara berikut ibu kotanya, menebak bendera-bendera negara asing pun saya paling cekatan. Sedari kecil saya suka melihat gambar-gambar bangunan megah keajaiban dunia, mungkin dari situ mimpi saya untuk menjelajah dunia di mulai. Dan Singapura menjadi negara pertama yang saya injak dengan gemetaran tapi mantap.

Dua hari di Singapura saya melanjutkan perjalanan naik bis menuju Malaysia. Masih segar diingatan betapa merindingnya melihat bangunan megah di hadapan. Menara kembar yang selama ini saya lihat fotonya di internet serta di televisi, tapi saat itu saya berdiri ngeri menatap bangunan gagah itu. Walau hanya Petronas tapi rasanya seperti saya sudah mencapai ujung dunia laksana menara tersebut menjulang tinggi berusaha meraih angkasa.

Bangga kepada diri sendiri karena bisa mewujudkan mimpi untuk menjejakkan kaki di negeri asing dengan jerih payah serta hasil keringat sendiri. Berbulan-bulan saya menabung untuk perjalanan yang akan mengubah hidup saya seluruhnya.

Dan pihak yang paling berjasa dalam mengubah hidup saya serta menjadikan saya berani bermimpi lebih tinggi lagi adalah AirAsia. Perjalanan ke luar negeri merupakan sesuatu hal yang mewah, tapi tidak dengan AirAsia. Maskapai berbiaya rendah tersebut menjual kursinya layaknya kacang goreng. Dengan harga murah saya sudah bisa terbang ke luar negeri untuk mewujudkan mimpi.

Setelah perjalanan pertama, saya semakin ketagihan untuk segera mewujudkan mimpi-mimpi saya selanjutnya dan semakin semangat untuk menabung. Seringkali AirAsia memberikan promo Kursi Gratis sehingga harga tiket untuk terbang begitu sangat murah. Sedikit-sedikit saya membuka website AirAsia untuk mengecek harga walau tidak ada promo sekalipun.

Saya tumbuh dengan cekokan komik dan animasi Jepang, otomatis mengunjungi Jepang adalah salah satu mimpi saya, tidak pernah menyangka hal itu terwujud begitu cepat. Kala itu AirAsia memberikan promo kursi gratis dan saya mendapatkan tiket seharga 2 juta rupiah pulang pergi dari Surabaya ke Haneda. Padahal harga normal tiket ke Jepang adalah sekitar 10 jutaan, jika tanpa AirAsia mungkin saya akan butuh waktu bertahun-tahun untuk merajut mimpi.

Saya dengan robot Gundam di Odaiba, Jepang

Mimpi terliar saya adalah menginjakkan kaki di makam paling indah di dunia, bangunan paling megah yang didedikasikan untuk kekasih tercinta, ya Taj Mahal. India adalah puncak dari segala puncak mimpi saya yang terwujud berkat AirAsia. Betapa merindingnya saya menyaksikan bangunan yang dibangun dengan penuh cinta tersebut, saya hampir menitikkan air mata ketika berdiri menatap Taj Mahal.

Saya di Taj Mahal, India

AirAsia bahkan mewujudkan mimpi yang tidak pernah saya impikan sebelumnya, AirAsia memberikan hadiah tiket gratis ke Korea Selatan karena saya memenangkan kuis yang diselenggarakan di twitter. Dada ini bergetar ketika berdiri di puncak tertinggi Gunung Seorak di Korea Selatan.

Dipuncak Gunung Seorak, Korea Selatan

Selain mengubah hidup saya, AirAsia juga mengubah cara berpikir lingkungan tempat saya tinggal dan mulai mempengaruhi teman-teman saya juga. Lingkungan saya yang semula selalu berpikiran negatif tentang jalan-jalan di luar negeri pasti menghabiskan uang banyak terbantahkan dengan bukti hidup yaitu saya.

Teman-teman saya juga mulai terjangkiti virus-virus traveling karena iri melihat foto-foto dan cerita-cerita perjalanan saya. Beberapa teman sudah berhasil saya bantu untuk melangkahkan kaki ke luar negeri pun juga mulai ketagihan. AirAsia membantu saya mewujudkan mimpi dan saya membantu mewujudkan mimpi orang lain karena AirAsia. Now everyone can fly.

AirAsia juga punya andil besar dalam tulisan-tulisan di blog ini karena banyak perjalanan yang saya lakukan dengan AirAsia. Saya tidak akan pernah berhenti bermimpi dengan AirAsia karena dunia ini masih begitu luas dan menunggu untuk saya jelajahi satu persatu, dan AirAsia jangan pernah berhenti untuk mewujudkan mimpi-mimpi.

Tulisan ini diikutkan dalam Kompetisi Blog 10 Tahun AirAsia Indonesia.

50 COMMENTS

  1. AirAsia memang bagus dan tidak kalah dengan garuda indonesia, selain itu juga sering memberikan promo2 jadi penerbangan bisa lebih murah
    Semoga menang di kompetisi ini, mas πŸ™‚

  2. Ternyata senyum khasnya dan kenarsisan sudah terbentuk sejak lama yes, 2010 di Singapore aja udah bikin heboh mangap hahaha
    Kalo menang ajak daku ya *mata berbinar*

  3. Ah kak alid, aku iri ama kamu hahaha … Btw air asia menerbangkan jutaan orang meraih mimpi nya “Everyone Can Fly” meskipun sekarang ini promo nya makin mahal tapi aku perna merasakan kebahagiaan bersama air asia

  4. envy dengan tiket gratis. yang pasti, sejak mengenal airasia, koleksi foto semakin banyak dengan background yang berbeda-beda. hahaha

    semoga menang masbro. ojo lali oleh-oleh e es pegunungan himalaya

  5. Aliiidd, tulisan ini bagus banget dan kayaknya lomba ini emang tercipta buat kamu deh.. aku yakin banget kamu bakalan menang lomba ini dan jalan-jalan ke Nepal.. soalnya kualitas tulisan, foto, dan kesesuaian dengan tema lombanya dapet banget..

    kudoakan kamu menang ya.. ditunggu cerita petualanganmu berikutnya πŸ™‚

  6. Ahhh sudah dipublish, ikut ngeramein ya kak alid. Thank you aku sudah disebut-sebut disitu #eh *salah fokus* hahaha
    semoga menang dan terwujud cita-citanya ke nepal yeay..
    God bless traveler

  7. Wah gimana caranya bagi waktu mas antara pekerjaan dan travelling? Apalagi kalo kerja jam rutin…

    Share tips donk, Terima kasih mas alid..

  8. Dari 10 jeti, sampai pada 2 jeti.
    AirAsia begitu baik untuk para traveler yo, Mas.

    Sukses ngontesee, ya! Moga menang!

  9. Kakak, ane juga mau tiket gratis ke korea dong :p lucky banget kamu bisa dapet tiket gratis ke korsel 😐 nunggu kantor gak dikirim – kirim kesana nih –“

  10. Sudah kuduga mas-mas yg satu ini pasti ikutan juga, hahaha. Sama, mas. Aku pernah hafal semua negara di dunia dan membaca semua jilid Ensiklopedia Negara dan Bangsa. Sama-sama tumbuh bersama komik, anime, dan film India. Kita banyak kesamaan. Mungkinkah kita berjodoh?

  11. Wah, Alid emang die hard fan AirAsia ya. Udah sampe ke negara2 jauh bareng AirAsia. Semoga kesampean ya ke Nepal bareng AirAsia. Good luck! πŸ˜€

  12. Ehh Gila!! Tiket Surabaya-Haneda cuman 2jt PP?
    Pengennyaa…. Air Asia, take me there please *nyembah2

    Btw, kalo saya T*ger lah yang buka jalan ke luar Indonesia. Ga tau kenapa, belom pernah kedapetan tiket promo AirAsia

Leave a Reply