Angkor Wat: Menelusuri Jejak Kejayaan Kerajaan Kamboja di Masa Lalu

39

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 5 menit dari hidupmu.

Ini dia alasan kenapa saya ngebet kepengen ke Kamboja, pas ngebet eh kebetulan ada promo tiket murah ke sana. Angkor Wat, satu-satunya daya tarik dari Kamboja, mungkin kalau nggak ada Angkor Wat turis nggak sudi datang ke negara tersebut. Tapi bagi saya “is not about the destination but it’s all about the journey itself” jiah gayah bener ngomong linggis, jadi mau kemana pun hayuk dah.

 

Angkor Wat yang berarti “City Temple” atau “Kota Kuil/Candi”; Angkor diambil dari kata “Nokor” yang diserap dari bahasa Sansekerta yaitu “Nagar”, atau kalau dalam bahasa Thai, Nakon berarti ibu kota. Kalau “Wat” baik bahasa Thai dan Khmer berarti “kuil/candi”, diserap dari bah
asa Sansekerta yaitu “Vastu”.

Angkor Wat hanya satu dari puluhan candi yang tersebar di Siem Reap, dan memang yang paling besar dan paling spektakuler ya Angkor Wat ini, ukuran persegi dari Candi 1 kilometer tiap sisinya, belum lagi danau buatan di sekelilingnya. Jadi kalau menyusuri setiap sisinya dan melihat relief dinding di masing-masing sisinya  berarti anda sudah berjalan sebanyak 4 kilometer.

Salah satu sudut Angkor Wat

Karena saya nggak mungkin akan ada kesempatan untuk kembali lagi ke sini, jadi ketika ada tawaran untuk ke Angkor Wat pada saat sunrise dari tukang tuk-tuk langsung saya iyakan, toh hanya nambah 5 dolar saja, kapan lagi coba. Tarif resmi untuk keliling Angkor Wat dalam sehari dengan tuk-tuk hanya 12 dolar, kalau sendiri pakai ojek motor lebih murah, itupun hanya small circuit (rute pendek).  Belum termasuk tiket masuk, rasanya nggak rela ketika harus bayar 20 dolar untuk tiket terusan 1 hari. Tapi bule atau orang asing yang ke Borobudur juga akan dipaksa bayar lebih 150 ribu rupiah, sementara lokal hanya 25 ribu hehe. Memang komplek candi-candi Angkor Wat kalau dikunjungi hanya sehari tidak akan selesai saking luasnya, kalau mau puas bisa beli tiket terusan 3 hari (40 USD) dan 1 minggu (60 USD). Dijamin muntah lihat candi setiap hari, beberapa candi juga saya skip karena kaki sudah gempor, candi lagi candi lagi. Dan satu lagi kalau ke sana bawa baterai cadangan untuk kamera, saya yang masih setengah jalan saja baterai sudah keok saking banyaknya obyek untuk buat narsis hehe, juga bawa air minum banyak-banyak.

Gerbang Angkor Thom

Small circuit yang kita ambil rutenya adalah Angkor Wat, kemudian kompleks Angkor Thom, dan Ta Phrom yang dipakai syuting mbak Angelina Jolie di filmnya Tomb Raiders, di sela-sela 3 candi yang bener-bener jadi highlight diselingi dengan mengunjungi beberapa candi-candi kecil yang kurang begitu terkenal. Oke mulai saja yuk turnya, saya coba tulis singkat jelas dan padat. Kalau saya tulis satu persatu sejarah candi-candinya bisa-bisa tebelnya ngalahin bukunya Dan Brown hehehe. Lagian saya bukan ahli sejarah.

Tujuan pertama Angkor Wat, mata masih ngantuk karena harus berangkat pagi buta untuk lihat indahnya sunrise, sampai sana masih lumayan gelap. Dan busettttttttt,,, lautan manusia di mana-mana, sebenarnya ada satu trik untuk menghindari ramainya pengunjung, ubah rute perjalanan, ke Angkor Thom dulu baru ke Angkor Wat, tapi karena memang refleksi matahari terbit memang bagus di Angkor Wat. Satu lagi, kalau mau menikmati sunset gratis, beli tiket pada jam 3 sore ke atas karena tiket akan digunakan besok paginya.

Angkor Wat lebih muda 300 tahun daripada Borobudur, kalau Angkor Wat dibangun pada abad 12 sedangkan Borobudur pada abad 9. Arsitekturnya unik, simetris, dan dikeliling oleh parit/danau buatan, bangunan candi menghadap ke barat dan bagi umat Hindu barat berarti jalan menuju kematian. Banyak sumber mengatakan bahwa candi ini dibangun untuk pemakaman Raja Suryavarman II. Sekarang digunakan oleh umat Budha sebagai tempat sembahyang, dan memang hampir seluruh candi berarsitektur dan berfilosofi Hindu, tapi karena pernah diserang dan dijajah kerajaan Siam sekarang malah mayoritas orang sana memeluk agama Budha. Relief dindingnya banyak bercerita tentang perang Pandawa-Kurawa, perang Rama-Rahwana, Perang antara dewa dan iblis, kehidupan dan kematian. Kalau ada duit lebih bisa sewa guide di sana sehingga bisa lebih tahu seluk-beluk Angkor Wat, berhubung duit saya cekak, cukup bawa lembaran kopian panduan Lonely Planet, cukup sangat lengkap hehe.

Salah satu relief di dinding Angkor Wat

Lanjut ke Angkor Thom atau yang berarti “Kota Besar”, bisa dikatakan komplek Angkor Thom dulunya adalah pusat peradaban. Kompleknya dikelilingi oleh pagar di setiap arah mata angin, serta gerbang masuk yang berupa wajah-wajah manusia yang menyeramkan, mirip dengan candi Bayon. Di Angkor Thom sendiri banyak candi-candinya, termasuk Bayon Temple atau Thousand Face Temple, Baphuon, Royal Enclosure & Phimeanakas, Preah Palilay, Tep Pranam, Preah Pithu, Terrace Of Elephants, Kleangs & Prasat Suor Prat, Duh Nama-Namanya Susah. Untung ada contekan jadi nggak bingung-bingung dan tahu sejarah dan kegunaan masing-masing bangunan. Beberapa bahkan ada yang hancur dan hilang waktu jaman perang Pol Pot. Baiklah biarlah gambar yang berbicara 🙂

Bayon Temple (Thousand Face Temple)

Baphuon Temple

Terrace of Elephant, dulunya dipakai sebagai tempat nongkrong raja kalau ada pesta rakyat, berdiri di atas sana dan membayangkan ada iring-iringan pasukan kuda, parade gajah, wuihh merinding rasanya.

Mr. Sah supir tuk-tuk kita sudah nawarin untuk berhenti di setiap candi-candi kecil yang satu arah, tapi karena di Angkor Thom saja capeknya bukan main. Jadi kita mutusin untuk langsung ke tujuan terakhir yang paling penting, apalagi kalau bukan Ta Phrom. Candi satu ini jadi sangat populer setelah dipakai syuting film Tomb Raider. Dan memang sangat mengesankan meski bangunannya sudah nggak sempurna banyak reruntuhan-reruntuhan, justru itulah letak daya tariknya. Apalagi letaknya di dalam hutan menambah kesan angker nan mistis. Rambatan akar pohon raksasa menempel erat di beberapa bangunan candi, konon katanya kalau akar pohon yang merambat erat tersebut dibongkar, candi tersebut benar-benar akan runtuh.

Akar-akar pohon legendaris yang mencengkeram erat bangunan candi di Ta Phrom, lumayan meski nggak ketemu Angelina Jolie di sini.

Kalau ditanya ngapain jauh-jauh ke sana cuma lihat candi? Borobudur dan Prambanan nggak kalah hebat. Bagusan mana? SAMA HEBATNYA. Hmm dalam sejarah bangsa Khmer masih sangat berhubungan erat dengan bangsa Jawa dulunya, katanya dinasti Khmer dalam jajahan Bangsa Jawa. Silahkan baca tautan berikut Khmer Empire, yang bahasa Indonesia meski nggak selengkap yang bahasa inggris Kerajaan Khmer.

Narsis bentar dengan supir tuk tuk kita

Satu hal yang paling bikin sebel di sini adalah tidak bisa narsis dengan tenang, di mana-mana banyak turis, jadi lumayan susah kalau nyari background yang sangat-sangat sepi untuk dipakai narsis hehe. Apapun itu happy traveling 🙂

39 COMMENTS

    • Yah kan emang arsitektur hindu rata2 mengagungkan gunung meru, jadi ya sama2 menjulang tinggi gitu, dr sejarah katanya raja suryavarman juga dari dinasti syailendra, jd dia bawa pengaruh jawa kesana getuuu. Tuh muka gue kan ada sama tukang tuk tuk haha

  1. itu akar pohon yg menjorok ke bangunan keren juga ya
    berasa kuno gitu suasananya

    lu dapet semua info ini dari google atau lo sendiri?
    buset dah detail bener jelasinnya
    ga seperti tulisan-tulisan sebelumnya

    anyway foto pertama keren tuh yang lain juga bagus
    kecuali foto terakhir -.-
    🙂

  2. anjirr bisaa ya orang buat kaya gitu disaat teknologi belum kaya sekarang,,,saya baca di internet woo langsung takjubb,,,,TOP

  3. kuilnya mirip di indonesia ya, apa karena jaman majapahit dan sriwijaya dulu yg sempat menduduki sampai thailand mempengaruhi budaya disana juga? hm…

  4. daripada ke Singapur mending langsung ke sini aja ya,
    udah beberapa blog yang kubookmark karena cerita ke Angkor Wat , inipun ku bookmark juga ya

    Angkor Wat itu termasuk yg masih terpendam kabarnya lebih luas dari New York, he.he. betulkah…

    • Hwehehe masalahnya saya blom pernah ngukur luas new york hahaha… emang ada pilihan tiket terusan 1 hari, 3 hari, seminggu. coba bayangkan klo seminggu, bisa gempor dan muntah liat candi melulu. yang seharian aja uda bikin kaki nyut-nyutan plus baterai cepet abis karena dikit2 jepret haha….

      angkor wat nggak terpendam kok 🙂

  5. nice 🙂
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

  6. terus terang saja kalau saya melihat Angkor Wat jadi sangat iri, nampaknya wisata yang sedikit sama dengan candi Prambanan maupun Candi Borobudur ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas di seluruh dunia bila dibandingkan dengan candi Prambanan maupun Candi Borobudur 🙁

  7. waaah,, januari thn depan saya mau ke sana mas,, jadi ga sabar mau cepet2 berangkat hehehe…

    nice review mas..^^

  8. keren postingannya… di sekitar Baphuon dan Royal Palace-nya Angkor Thom, sempet lihat papan kerjasama dengan Indonesia gak? hehehe… rasanya gimana gitu ada gambar bendera merah putih disitu… dan waktu di Baphuon, bisa lihat Reclining Buddha?

Leave a Reply to Goiq Cancel reply