Baluran, Africa van Java

37

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 2 menit dari hidupmu.

Dua kali saya ke Taman Nasional Baluran di Banyuwangi, yang pertama karena kecelakaan trip saya yang ke Nusa Barong gagal gara-gara cuaca nggak mendukung untuk menyebrang ke pulau yang sampai sekarang masih jadi angan-angan untuk dijelajah. Akhirnya tripnya mendadak diubah ke Baluran dan sampai sana berakhir bencana, karena berangkatnya sudah sangat siang sampai sana sudah menjelang gelap muahahaha, jadi ya nggak dapat apa-apa. Ah nasib.

Pasukan Rempong di Padang Savana

Nah yang kedua masih hangat dalam ingatan waktu libur Waisak bulan Mei lalu, daripada manyun di rumah mending jalan-jalan deh ke Kawah Ijen dan Baluran. Beberapa hari sebelum berangkat dipusingkan dengan naik apa dan dengan siapa. Karena jatah libur yang terbatas nggak mungkin saya ngeteng naik transportasi publik ke dua tempat tersebut. Pucuk dicinta ulam pun tiba, dapat pinjeman mobil dari adik saya yang kebetulan lagi pulang kampung dan dapat supir gratis lagi, adiknya si Tahid ehehe. Ah lumayan cuma keluar ongkos patungan untuk bensin doang ehehe.

 

Berangkat jam 9 malam dari Jombang, dan sampai Taman Nasional Baluran sekitar pukul 6 pagi. Loket tiket belum buka tapi dipersilahkan masuk, oh yesss terlanjur senang nggak bayar tiket masuk tapi pas sampai di Bekol, 12 km dari pintu masuk, saya dipanggil petugas dan diminta bayar muahahaha. Tapi murah kok 2500/orang ditambah mobil cuma 6000. Lumayan di Bekol bisa mandi sepuasnya di toilet yang tersedia, gratis!!!

Padang Savana Bekol

Hijau sepanjang mata memandang

Gunung Baluran

Jarak Bekol dari pintu masuk memang cuma 12 km, naik motor atau mobil bisa ditempuh hanya 15-20 menit. Itu kalau jalannya mulus. Ya karena jalannya benar-benar nggak mulus, banyak lubang dan kerikil gitu. Jadi ya terpaksa jalan siput, 12 km kami capai hampir 2 jam.

 

Apa sih yang ditawarkan di Taman Nasional Baluran ini? Ada Gua Jepang di Batangan, Padang Savana di Bekol, Gunung Baluran, Pantai Bama, Pantai Bilik, dan Pantai Sejile. Kalau beruntung bisa lihat hewan liar berkeliaran seperti banteng, rusa, burung merak, ayam hutan, monyet, dan binatang lainnya. Berhubung waktu terbatas hanya dua tempat yang kami kunjungi. Yaitu Padang Savana dengan Gunung Baluran sebagai background serta Pantai Bama.

Binatang yang sempat saya jepret

Terakhir ke sana rumput di Padang Savana benar-benar kering kerontang meranggas habis terbakar. Tapi kali ini mata saya begitu dimanjakan oleh hijaunya rumput sejauh mata memandang. Memang pas sekali jika Taman Nasional Baluran disebut-sebut sebagai Africa van Java, Afrika-nya Jawa. Sembari berjalan menuju Pantai Bama kami disuguhkan oleh binatang-binatang liar yang kami temui. Beruntung nggak ada Harimau atau Singa ehehehe. Kebanyakan hanya hewan herbivora. Ah sumpah berasa di Afrika deh *kayak pernah ke sana ajah*

 

Puas foto-foto di Bekol kami menuju ke Pantai Bama, jarak dari Bekol ke Pantai Bama hanya 3 km, tapi sekali lagi jalan yang tidak mulus membuat kita lama untuk tiba di Pantai. Dulu waktu saya ke Pantai Bama begitu banyak sekali monyet yang berkeliaran di bibir pantai. Kali ini monyetnya sepi hampir nggak ada, digantikan oleh banyaknya orang yang berkemah. Hadeh… lagi-lagi alam digusur sama keberadaan manusia #tsaaah.

Pantai Bama

Pantai Bama begitu tenang ombaknya, cocok untuk snorkeling loh. Berhubung tema wisata saya wisata gunung jadi tidak bawa ganti baju, alhasil cuma numpang narsis di pinggir pantai doang, lagian saya sudah pernah kok snorkeling di situ ehehehe, jangan kuatir nggak bawa alat snorkeling, di Bama terdapat penyewaan kapal dan alat snorkeling kok. Di Bekol ataupun di Pantai Bama terdapat penginapan bagi yang mau menginap loh.

Wonderful Indonesia, Happy Traveling!!!

37 COMMENTS

  1. nah aku liat taman nasional baluran di tivi beberapa hari lalu,soal banteng,..

    dan eh si alid kesana ya? bagus ternyata pemandangannya ya.. langit biru gunung biru padang savana kheren lid!

    kapan kapan harus sampe sana ah.

    *wew alid da balik lagi bertualang 😀

  2. Baluran emang ngangenin. saya pernah tinggal sebulan persis di tepi hutan Baluran dan tiap minggu main2 ke sana. hmmmmmmm pengen lagi!

  3. Gaya lo kok monoton gitu2 aja sih bro?
    Kayaknya dari postingan lalu2 juga gitu, wkakakka… 😆 *lost focus*
    Btw, itu foto padang savananya bagus yah 😀
    Apa mungkin karena nggak ada lonya ya? *kabuuuur 😆

  4. aku seringnya numpang lewat doang sih dulu. waktu sering pulang ke blitar naek sepeda motor dari denpasar 😀 tapi emang cakep abis ni taman nasional, apalagi kalau lagi musim kupu – kupu 🙂

Leave a Reply