Berburu Foto Bertema Jawa di Kotagede

14

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 2 menit dari hidupmu.

Yogyakarta nggak pernah ada matinya, Yogyakarta selalu istimewa. Sudah nggak terhitung lagi saya jalan-jalan ke Yogyakarta. Rasanya tempat wisatanya nggak akan habis untuk dieksplor. Mulai dari ujung selatan hingga ujung utara, dari ujung timur ke ujung barat mencari kitab suci. Semuanya ada tempat wisata yang bisa memuaskan birahi para pencari wisata. Terakhir saya ke Yogyakarta mengeksplore Kotagede yang jaraknya nggak jauh-jauh amat dari pusat kota. Berjarak sekitar 5 km dari pusat kota, mudah dicapai dengan naik Trans Jogja atau ojek online langganan.

Kotagede dulunya adalah bekas ibu kota Kesultanan Mataram yang menjadi cikal bakal Kesultanan Kartasura, yang kemudian pecah lagi jadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta sekarang ini. Seharusnya konflik perebutan kekuasaan dan tahta kerajaan-kerajaan di Indonesia sungguh menarik untuk difilmkan atau dijadikan serial drama. Korea Selatan saja berhasil membuat drama-drama Dinasti Joseon menjadi tontonan yang bikin nagih.

Karena bekas ibu kota kerajaan, masih banyak bangunan-bangunan kuno terlihat di Kotagede. Terutama di area Masjid Gedhe Mataram, suasana tradisional masih sangat terasa. Pagar batu bata dengan aksen-aksen Jawa terasa kental sekali. Selain bangunan-bangunan lama, Kotagede juga terkenal dengan pusatnya pengrajin perak. Mau belanja dan belajar membuat pernak-pernik perhiasan perak, datang saja ke Jalan Kemasan. Paling cocok menyusuri gang-gang di Kotagede dengan jalan kaki, sekalian hunting jajan pasar di Pasar Kotagede seperti Kipo dan minum jamu perasan dari mbok-mbok gendong.

Saya sendiri fokus berburu foto untuk konten Instagram. Mengajak bloger-bloger Joglosemar kenalan saya, sekalian mereka saya dapuk menjadi fotografer pribadi saya hwehehehe. Di kompleks Masjid Gedhe Mataram saya memakai kostum trasidional Jawa. Memang lokasi di sini cocok banget buat konsep foto tema Jawa. Bagi yang nggak bawa kostum, bisa sewa dengan beberapa puluh rupiah di dekat gerbang makam raja-raja. Saya sendiri ngirit ongkos sewa baju dengan bawa sendiri dari rumah. Surjan lengkap dengan jariknya, meski tanpa blankon, saya tetap ganteng memesona bhuahahahaha.

Yang bikin sirik adalah terlihat beberapa pasangan yang foto pra-menikah di kompleks Masjid Gedhe Mataram dan gang-gang di kampung. Foto berdua, mesra bergandengan berbagai pose dengan arahan fotografer. Sementara saya hanya puas foto sendiri tanpa pasangan hiks.

Setelah puas ambil foto di kompleks Masjid Gedhe, saya dan kawan-kawan blogger melipir ke Masjid Perak Kotagede. Masjid bersejarah yang dibangun tahun 1937 dan selesai pada tahun 1939. Sayangnya bangunan asli sudah hancur karena tidak kuat menahan gempa yang menghantam Yogyakarta pada tahun 2006. Dibangun kembali tahun 2009 dengan paduan bangunan modern dan ciri asli bangunan terdahulu.

Saya sendiri nggak masuk ke masjidnya, hanya mampir ke samping masjid yang ada tangga menjulang naik ke bangunan di lantai dua. Cukup simetris dan cukup fotogenik untuk dijadikan spot foto dengan berbagai pose.

Selanjutnya kami menuju ke Rumah Pesik di Gang Soka yang konon katanya milik juragan kaya, Bapak Rudi J. Pesik. Tujuan kami hanya ke tembok unik di gang sempit, jadi nggak benar-benar masuk ke kediaman yang juga berfungsi sebagai hotel. Tembok antik dengan dominan cat warna hijau tersebut cukup populer di kalangan pemburu foto. Harus sedikit bersabar jika ingin mendapatkan foto maksimal di sini. Maklum saja, kami harus berbagi tempat dengan penduduk lokal yang lalu lalang dengan motornya.

Sebenarnya masih banyak spot yang ingin saya kunjungi di Kotagede, dikarenakan keterbatasan waktu, saya dan teman-teman harus mengakhiri sesi foto-foto di Kotagede ini. Toh Yogyakarta nggak akan pergi ke mana-mana. Dia akan tetap setia menanti setiap orang yang merindukannya untuk kembali. Jadi kapan bercumbu lagi dengan Yogyakarta? Ah tenang saja, nanti bulan Mei saya akan sana lagi. Urusan akomodasi penginapan saya serahkan kepada Traveloka yang siap siaga membantu traveler millennial seperti saya.

Happy traveling

14 COMMENTS

  1. Btw, nice banget tempatnya… hehehe bisa sekalian ikut traveller nih bareng bareng… wkwkw btw, alid abdul adalah traveller dan marathoner. Ia sering ikut event. Tapi, untuk bulan ini dan pertengahan tahun ini. Saya belum melihat ia akan ikut event apa lagi ? Terakhir liat di event volcano run. Kategori 21 K. Hebat finish dengan sehat dan istimewa sekali foto fotonya 🙂 sukses terus yaa kawan, bangga jadi orang jombang 🙂 semoga aku bisa mengikuti mu 🙂

  2. di gang tempat kamu foto di ruamh pesik itu ada toko roti lho, murah lagi dan bisa langsung lihat mereka membuat roti. Aku belum sempat pemotretan pake baju Jawa di Kota Gede dan mengunjungi masjid perak

Leave a Reply