Desa Gamcheon, Santorini di Asia

30

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 2 menit dari hidupmu.

Busan adalah kota pertama yang saya injak di Korea Selatan dan juga merupakan kota terakhir yang saya jelajahi. Setelah dua hari di Pulau Jeju saya kembali lagi ke daratan utama semenanjung Korea. Begitu mendarat di Busan saya langsung pergi ke stasiun Toseong untuk bertemu dengan kawan saya, Lee, yang bersedia menemani saya setengah hari keliling Busan. Tujuan kami adalah ke Gamcheon Village yang katanya mirip-mirip sama Santorini di Italia. Lee sendiri juga baru pertama kali ke sini dan baru tahu juga kalau ada hal yang menarik di Busan walau dia orang lokal, dia tahu Gamcheon juga dari saya hehehe.

Petunjuk arah

Dari Toseong ke Gamcheon Cultural Village kami menaiki bis, jalannya naik turun menukik dan harus desak-desakan dengan penumpang lain. Sampai di Gamcheon kami langsung masuk kampung tanpa harus bayar tiket, ya karena memang gratis hehe. Lee beli peta untuk kami supaya nggak nyasar, padahal kesasar pun nggak apa-apa. Tapi kalau pakai peta kita bisa keliling dan ke tempat-tempat menarik yang terdapat di peta untuk mendapatkan stempel, kemudian jika penuh bisa ditukarkan dengan kartu pos. Berasa Dora the Explorer.

Gedung tinggi tersebut merusak pemandangan -_-

Gamcheon Village dulu katanya adalah area pengungsian warga yang jadi korban pada jaman perang Korea. Mereka berkumpul pada satu tempat dan lama kelamaan berubah jadi pemukiman dan dirikanlah rumah-rumah untuk tempat tinggal. Saya sih belum pernah ke Santorini tapi melihat gambar di internet memang serupa tapi tak sama. Sama-sama berlokasi di perbukitan dengan rumah-rumah padat yang khas dan sama-sama dekat dengan laut. Yang membedakan adalah kalau Santorini dominan berwarna putih tapi kalau di Gamcheon sangat berwarna-warni dan penuh dengan sentuhan seni di setiap sudutnya. Katanya sih tempat ini pernah dipakai syuting Reality Show terkenal Korea yaitu Running Man dan itu serial yang mana saya kurang begitu tahu.

Let’s get lost

Bagi penyuka seni mungkin tempat ini adalah surga karena di setiap sudut di poles dengan berbagai seni-seni kontemporer yang bisa memberikan inspirasi. Walau bukan wisata utama di Busan tapi Gamcheon benar-benar tempat yang paling cocok untuk dibuat berfoto ria. Setiap rumah di cat dengan warna-warni yang berbeda, kalau dilihat secara satu persatu sih biasa saja, tapi kalau di lihat secara bersamaan dari atas ketinggian begitu ciamik kumpulan rumah-rumah yang berwarna-warni tersebut.

Muah

Beberapa rumah unik ditunjukkan di dalam peta yang wajib kunjung, ada dark room yang isinya cuma kain hitam dan entah saya nggak ngerti seninya haha. Ada juga rumah yang khusus untuk dicoret-coret temboknya, tentu saja saya juga ikutan coret-coret hehe, dan lain sebagainya. Di pinggir jalan ada pot bunga yang diberi celana ada juga tembok rumah yang diberi ornamen-ornamen menarik. Berasa seperti galeri seni di ruangan terbuka.

Yuk mari coret-coret

Tapi tidak semua rumah bisa dimasuki, karena ini pemukiman umum yang berarti desanya memang hidup alias ada warga yang menetap jadi pengunjung sangat diharapkan untuk tidak berisik jika memasuki gang-gang kecil yang bisa menganggu penduduk asli. Beberapa rumah terlihat ada tirai kain supaya pengunjung tidak bisa melihat kegiatan mereka di dalam rumah.

Saya, Lee, dan Jard

Walau sudah punya peta tapi nggak afdol rasanya kalau nggak menyasarkan diri di desa dengan lorongnya yang sempit dan naik turun tersebut. Menarik, semakin nyasar semakin menemukan sesuatu yang unik di pojokan-pojokan gang. Setelah dari Gamcheon saya meminta Lee untuk mengantar kami ke Taejongdae cliff, tidak begitu menarik melihat laut dari atas tebing karena di Jeju sudah terlalu banyak melihat tebing-tebing seperti itu jadi rasanya biasa saja haha. Always travel safe and happy traveling!!!

Β 

30 COMMENTS

  1. destinasi wisata yang model begini memang cuma ada di luar negeri saja ya. kalau di indonesia mesti kurang terawat, lihat deh kalau kota tua dijaga bersihnya, disterilkan dari parkir liar sama dijaga kondisinya, pasti jadi tempat terkeren se-jakarta. jadi makin tertarik buat nyasar ke korea sekali – sekali ini πŸ˜€

  2. Ah iya mirip banget, cuman warna nya kurang bergembira alias terlalu pucat πŸ™‚ kayak nya hampir sama dengan Cinque Terre di Italia. Dan bangunan yg menjulang tinggi itu rasa nya pingin gw robohin karna sangat emnganggu

Leave a Reply to Alid Abdul Cancel reply