Dibalik Layar Perjalanan Saya Ke Korea Selatan

28

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 4 menit dari hidupmu.

Seperti biasa saya selalu suka menulis mengenai “Behind the Scene” setiap perjalanan yang saya lakukan. Biar keren gitu layaknya film-film Hollywood ada catatan dibalik layar hehe. Yah semata-mata saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu perjalanan saya hingga mencapai tahap sukses, baik sebelum, saat, dan sesudah perjalanan berakhir. Jadi tulisan ini saya persembahkan buat kalian semua yang telah sudi saya repotkan, tanpa kalian semua perjalanan saya akan terasa hambar tanpa rasa *deuh berasa dapat piala oscar*

Yang punya andil besar adalah AirAsia yang dengan begitu baiknya memberikan tiket gratisnya pulang pergi dari Kuala Lumpur ke Busan. Yes saya menang kuis yang hadiahnya tiket pesawat ke luar negeri hehehe. Kemudian Mbak Isma salah seorang kawan di Bandung, tanpa dia saya mungkin nggak bisa berangkat, karena dia dengan baiknya mau mengurus Visa Korea untuk saya hehe. Jard yang jadi partner in crime saya selama di Korea, eh dia dan Igo juga yang sudah meminjamkan uang untuk saya, iya saya ngutang demi kelangsungan trip saya muahahaha. Adit yang telah meminjamkan ransel kecilnya. Dan para host yang telah menemani dan menampung saya selama di Korea, dan mereka adalah:

Yang mengikuti perjalanan Korea saya dari awal mungkin sudah baca tentang kebaikan Mr. Kim Wan Min yang mentraktir saya makan malam padahal baru saja bertemu di stasiun kereta bawah tanah di Busan. Beliau dan istrinya membuat saya meleleh menangis terharu dan membuat saya terus percaya bahwa masih ada kebaikan tulus di dunia ini.

Mr. Kim Wan Min dengan Istri

Park So Hyun, perempuan cerdas nan mungil tersebut telah menampung saya dan Jard selama dua hari di apartemen dia. Sebenarnya Jard yang menghubungi dia sebelum kita datang, yah kita bagi-bagi tugas untuk cari host. Yang mencengangkan dari So Hyun adalah dia lancar bicara Bahasa Indonesia, nyaris kami semua tidak bicara dalam Bahasa Inggris ketika dengan So Hyun. Serasa tidak berada di Korea begitu memasuki apartemen So Hyun, semua serba Indonesia, jadi serasa di rumah sendiri. Teh poci, batik, angklung, dan berbagai pernik khas Indonesia menghiasi rumahnya. Kenapa dia lancar Bahasa Indonesia? Yah secara dia pernah kuliah di Yogyakarta selama 2 tahun di Universitas Gajah Mada jurusan seni atau apalah saya lupa hehe.

Nah kita semua baru bangun jadi muka agak sepet

Di Jeju saya ditampung oleh Park Jieun, antara Jieun dan Sohyun walau nama keluarga mereka sama-sama Park tapi mereka bukanlah saudara haha. Di Korea itu nama yang di mulai dari Kim, Lim, Lee, dan Park dipakai hampir separuh penduduk Korea Selatan. Bisa dibayangkan kalau ada 10 orang dengan nama Lee, Lim, Kim atau Park dalam satu kelas hwehehehe. Nah Jieun awalnya hanya siap menampung saya dan Jard untuk semalam karena di malam kedua kami menginap dia harus pergi nonton konser dan pulang pagi buta, tapi akhirnya dia bilang “you can stay here for another night because I believe you” lagian nggak ada yang bisa dicolong di rumah dia kecuali kulkas yang segede bagong penuh dengan kimchi ahaha.

Entah apa jadinya saya di Jeju kalau tanpa Jieun, dia rela bangun pagi-pagi untuk mengantarkan kami dengan mobilnya melihat sunrise di Seongsan Ilchulbong. Dia juga yang merancang peta dan informasi bis kota untuk keliling Jeju di bagian selatan. Dia juga bersedia repot mengacak-acak rak mie instan di salah satu supermarket demi untuk mencari mie tanpa kandungan babi. Dia pahlawan kami di Pulau Jeju yeay.

Dinner istimewa dengan menu mie instan hehe

Di Busan kami diantar keliling ke Gamcheon oleh Lee Yu Hyeon, nah kan Lee lagi, tapi dia suka dipanggil Peter. Walau dia nggak ngasih tumpangan tidur tapi dia sudah menemani kami jalan-jalan keliling Busan sambil bergosip tentang wajib militer. Peter memang baru saja menyelesaikan kewajibannya mengabdi kepada negara selama 2 tahun. Jadi di Korea Selatan itu pemuda yang usianya 18-27 tahun diharuskan mengikuti wajib militer selama 2 tahun.

Udeng Bali pas banget buat dia

Kalau nggak ikut bisa dipenjara, beban pajak tinggi daripada yang lain, serta beberapa hukuman lainnya *googling*. Ada kasus seorang artis muda Korea yang dipenjara 6 bulan karena mengabaikan hal tersebut kalau nggak salah. Diperbolehkan untuk tidak mengikuti wajib militer karena beberapa alasan, mengidap suatu penyakit misalnya.

Apakah Peter suka dan rela mengikuti semua itu? Dia menjawab tidak hahaha, dan hampir rata-rata tidak ada yang mau tapi mereka tidak ada pilihan. “Harus bangun pagi-pagi dan latihan fisik yang berat tapi saya tidak ada pilihan lain”, kalau saya sih mending milih dipenjara saja deh #eh.

Untuk tumpangan di Busan saya ditampung oleh gadis Kanada yang sedang mengajar Bahasa Inggris di salah satu sekolah di Busan, Jennifer Bourbonnais. Dia juga pahlawan saya, ketika saya benar-benar putus asa sudah mengirim puluhan email permintaan tumpangan tapi tidak ada satupun orang di Busan yang membalas, Jen membalas email saya di menit-menit terakhir “tentu saja kau boleh menginap di tempat saya”.

Jen suka banget nonton film horor, kami bertiga sampai begadang nonton film horor bareng-bareng dan saya tepar duluan karena ngantuk hehehehe, dan nonton film di Korea itu tinggal streaming tanpa buffering, duh dewa pokoknya internet di sana. Di malam terakhir dia masak makan malam untuk saya.

Nah siapa yang lupa disebut? Yah mungkin kalian memang layak dilupakan muahahaha. Dengan adanya postingan ini tamat sudah postingan perjalanan saya di Korea Selatan, yang kelewat baca silahkan klik satu persatu dari episode awal sampai akhir di bawah ini. Yuk jalan-jalan lagi, happy traveling!!!

Cipok Basah

28 COMMENTS

  1. hahaaaa, perjalanan penting memang banyak perjuangannya ya 😀 jadi kangen punya perjalanan yang perlu banyak perjuangan kayak gini. terakhir jepang doang sih 😀 sekarang hiatus dulu sementara. enggak mau jalan – jalan kecuali dibayarin :p

  2. akhhhh seru yaa….di semua tempat ada lokasi tumpangan…perlu dicontoh ne..yang penting numpangnya ngak maksa n merasa direpotkan hhaha…akh kelakuan mu mas..pakek kecup basah segala. pattungnya cemberut tuh..

  3. Enaknya traveling dan ketemu orang-orang baru gitu. Tapi mbok ya jangan korea, ntar kalau kepincut sama cewek sana gimana. Hahaha

  4. BAH! seru kali perjalan kau ke Medan! eh Busan! berawal dari sebuah twit, dan berakhir dengan penuh pengalaman hidup 🙂

  5. Kaaaaaa… Mau tanya. Itu tinggalnya di rumah orang gitu? Numpang?
    Boleh?? Kok baik banget.
    Mau donggg diajarin. Biar murah jalan2nya.. Hehe..
    Mau ke sana nih bulan februari 2016.
    Sekalian mau ke SNU. Daftar sekolah. Kali aja keterima. Hehe…

  6. Hai, Mau tanya dong.. Org-org korea yang tempat tinggalnya kamu tempatin itu
    kenal atau memang mereka menyediakan jasa sewa apart? Thanks

  7. Halo mas..
    Mau tanya para host tsb bisa gak kita kontak buat nginep. Hehe
    Makasi mas.. Salam kenal, sy dan 2 teman saya mau jalan2 ke busan, jeju dan seoul nih bln mei thn besok. Mohon bantuannya ya mas.
    Terimakasihh

Leave a Reply to Fahmi Cancel reply