Gokilnya Kenduren Wonosalam 2015

41

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 3 menit dari hidupmu.

Malu rasanya ngaku-ngaku jadi Preman Jombang tapi selalu ketinggalan acara Kenduren Wonosalam sampai tiga kali. Tahun ini akhirnya kesampaian juga menyaksikan festival tahunan paling heboh di Jombang. Kenduren Wonosalam 2015 adalah tahun keempat diselenggarakannya pesta rakyat yang banyak menyedot pengunjung warga Jombang sendiri maupun dari luar kota bahkan dari luar Jawa Timur untuk datang.

Kenduren Wonosalam 2015-16

Kenduren Wonosalam 2015

Lautan manusia wooow

Kenduren Wonosalam Aerial_2 2015

Sumber: Jalal Jbg

Dalam bahasa Jawa “Kenduren” yang berarti Syukuran, biasanya kalau kenduren di rumah-rumah disajikan tumpeng dari nasi serta lauk pauknya. Kalau di Kenduren Wonosalam ada tumpeng raksasa yang disusun dari buah duren atau durian. Huwik!!! Kecamatan Wonosalam memang sentra penghasil buah durian di Jombang, khususnya Durian Bido yang merupakan jenis durian asli Wonosalam. Dan jujur sampai sekarang rasanya Durian Bido pun saya nggak tahu hahaha. Haduh saya nggak pantas menyandang sebagai Putra Jombang yang dibanggakan T___T

Kenduren Wonosalam 2015-4

Kenduren Wonosalam 2015-5

Kapan lagi becek-becekan begini, setahun sekali…

Dari sejak tahun pertama banyak cerita kalau acara Kenduren itu macet, becek, ramai, riuh, sesak. Yaiyalah sejak jaman nenek moyangku seorang pelaut di mana-mana kalau yang namanya festival ya pasti ramai. Karena tidak ingin terjebak macet itulah saya bela-belain berangkat dari rumah jam 6 pagi. Dengan ditemani Citra Rahman seorang kawan blogger dari Aceh yang kebetulan sedang berkunjung ke Jombang, dan juga Suendi Al Bashar seorang Instagramer Jombang.

Kenduren Wonosalam 2015-9

Kenduren Wonosalam 2015-8

Kenduren Wonosalam 2015-7

Kenduren Wonosalam 2015-6

Kirab hasil bumi dan durian

Sampai di lokasi kami memarkir motor di salah satu teras rumah warga yang menjelma jadi tempat parkir dadakan. Dan benar saja lautan manusia merapat memadati Lapangan Kecamatan Wonosalam yang menjadi venue berlangsungnya acara.

Kenduren Wonosalam 2015-3

Kenduren Wonosalam 2015-13

Selfie dulu hehe

Dua hari sebelumnya yaitu tanggal 27 – 28 Maret 2015 digelar beberapa acara seperti Jalan Sehat, Lomba Kuliner, Kontes Durian Lokal, Kontes Kambing PE, Festival Kopi, Festival Kuda Lumping. Dan acara puncak kenduren tumpeng durian raksasa dilaksanakan pada hari minggu tanggal 29 Maret 2015.

 

Kenduren Wonosalam 2015-2

Tumpeng durian raksasa di tengah lapangan

Kenduren Wonosalam Aerial 2015

Sumber: Jalal Jbg

Kami bertiga berkeliling mencari tempat yang tepat untuk menyaksikan rangkaian acara tapi yang ada hanya lapangan becek dan panas, ah kapan lagi berbecek ria seperti ini. Acara dimulai dengan pawai atau kirab durian dan hasil bumi yang dihias sedemikian rupa. Kirab durian dan hasil bumi merupakan partisipan dari Desa-Desa yang ada di Kecamatan Wonosalam dan Desa yang menampilkan kirab terbaik akan memenangkan hadiah. Saya paling suka grup yang berpenampilan layaknya suku di Papua karena paling seru karena mereka menari-nari sepanjang pawai.

Kenduren Wonosalam 2015-11

Kenduren Wonosalam 2015-10

Serbuuuuuuuu!!!!

Begitu pawai selesai acara dibuka oleh pembawa acara dan beberapa sambutan-sambutan dari pejabat pemerintah. Kemudian apa yang terjadi setelah itu? Penonton yang sudah memadati tumpeng durian raksasa yang berada di tengah lapangan langsung merapat dan berebutan. Tumpeng durian sendiri dijaga oleh bapak-bapak polisi dan panitia. Tidak ada satupun penonton yang diperbolehkan naik ke atas tumpeng karena panitia akan membagikan durian secara tertib. Tapi yang namanya orang lagi khilaf tidak akan bisa dicegah, banyak yang berebutan naik dan panitia di atas berusaha menghalau. Beberapa durian terlihat melayang-layang di udara, ngeri boooooooo!!!

Kenduren Wonosalam 2015-12

Nyam nyam!!!

Pembawa acara berkali-kali teriak untuk tidak berebutan dan melarang panitia untuk tidak melemparkan durian ke udara yang bisa mengakibatkan orang celaka. Itu durian bukan pepaya. Duh saya sendiri doyan durian tapi kalau harus berebutan seperti itu juga mikir-mikir. Bahkan ada anak kecil yang pingsan di pinggir tumpeng dan pembawa acara meminta untuk dihentikan sementara pembagian duriannya untuk mengevakuasi bocah malang tersebut. Itu orang tuanya kemana sih? Heran deh.

Kenduren Wonosalam 2015-15

Kenduren Wonosalam 2015-14

Nyam-nyam

Nggak sampai satu jam tumpeng durian ludes dibagikan ke pengunjung. Saya sendiri hanya bisa nyicipin satu biji saja hasil dari nyomot punya orang haha. Saya lihat ada beberapa korban dengan tangan berdarah-darah dan terluka. Entah yang kepalanya ketimpuk sama durian. Walau begitu saya tidak melihat wajah sedih melainkan wajah-wajah bahagia karena mereka berhasil menggondol beberapa buah durian gratis.

Kenduren Wonosalam 2015-17

Luka ini tidak seberapa dibandingkan luka hatiku #eeeaaa

Ah apapun itu acaranya tetap gokil kok. Becek dan macet nggak jadi masalah, setahun sekali ini. Nggak doyan durian pun datang saja, seru loh melihat warga Jombang berkumpul rukun begitu. Tahun depan lagi nyooookkkk!!!! Pulangnya kami menghadapi macet selama dua jam lebih ditambah hujan haha, nasib!!!

Kenduren Wonosalam 2015-18

Siapa mau? Mau modelnya apa duriannya? Durian dan modelnya sama-sama bikin eneg!!!

41 COMMENTS

  1. akhernyaaaa Alid update blog 😛

    btw iku kamu bawa 2 kacamat buat foto? satunya yg cengdem, satunya sing minus? 😛 *salah fokus*

  2. Dan acara puncak kenduren tumpeng durian raksasa dilaksanakan pada hari minggu tanggal 29 April 2015

    typo tuh typo
    kalo di tempatku ada beginian dipastiin bawa masker lah
    baunya kaga nahan~

  3. Kok ya mau2nya panitia teriak2 yo, Mas. 😀 Mau teriak sekencang apapun sih pasti warga tetep berdesakkan rebutan makanan. 😛

    Btw, Agustus banjar juga duwe gawe. Festival Serayu . . .

  4. Serrruuuuuu!!
    Tapi kalau misal aku ikut nonton, pasti lebih milih nonton di pinggir lapangan. Selain ga doyan durian, juga ogah kena lemparan durian. Eman2 sirahku hihihiihihi

    Btw, setelah main becek2an, yang nyuci sandalmu siapa Lid? *Ditanyain*

  5. Sebagai pemburu festival aku kuciwa ora mbok woro-woro Lid. Ngerti ngunu kan mlipir Jombang hiks. Tahun depan kudu ngancani mrono. Awas yen ora *siap-siap kulit duren* hahaha

  6. Itu ngeri bangat kalo duriannya melayang2 kemudian mendarat diatas kepala. Haha…
    Wahh, seru, yaa…
    Di jakarta kok gak ada, yaa? Hmmm

  7. Walahhhhh….wes empat kali toh..kapan iso mbalik kampung wonosalam iki…manteb dah kampungku..alumni SMPN wonosalam tahun 1988 ono ra disini..ya dah salam saja semuanya tanpa kecuali.

Leave a Reply to nurri Cancel reply