Kopdar Blogger Nusantara 2013 Big Fail

24

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 4 menit dari hidupmu.

Dibela-belain bolos mangkir dari tanggung jawab dan jauh-jauh dari Jombang ke Yogyakarta demi acara bertaraf nasional yaitu Kopdar Blogger Nusantara 2013. Acara tahunan yang sudah digelar tiga kali itu begitu membuat saya penasaran karena di tahun pertama dan kedua saya tidak bisa datang, tahun ini kebetulan dilaksanakan di Yogyakarta dari tanggal 30 November – 1 Desember 2013, jadi tahun ini saya wajib datang walau harus minggat dari rumah. Tentu saja saya ngotot ingin datang karena sebagai seorang blogger ganteng seperti saya wajib hukumnya untuk hadir. Klise memang kalau ditanya kenapa harus hadir di kopdar tersebut, namanya juga kopdar atau kopi darat tentu saja niat utama adalah untuk ketemu secara langsung dengan blogger-blogger kondang yang selama ini hanya bertemu dalam dunia maya saja. Selain itu bisa kenalan atau bahkan pulang bawa gandengan, nah yang ini saya gagal total hahaha.

Saya orangnya sih nggak suka ngeluh atau menyebar aura negatif, toh acara ini memang dari awal sampai akhir nggak dipungut biaya sama sekali alias gratis tis tis tis, dapat makan dan penginapan saja sudah sujud syukur, kalau sudah gratis dan kemudian ngeluh, ah apa kata dunia? Tapi nyatanya acara kopdar yang sudah saya sejak lama itu super garing dan jauh dari ekspektasi hiks. Sebelum lebih panjang lagi saya peringatkan bagi siapa saja dari panitia Blogger Nusantara atau peserta yang baca dilarang sakit hati apalagi terus bunuh diri. Saya sih nggak peduli kalian yang katanya sudah repot-repot berbulan-bulan dan tidak tidur berjam-jam demi menyiapkan acara ini, tapi jujur kalian gagal hwakakakakaka *ketawa setan*

Pertama mengenai tempat acara, dari awal saya sudah gindrang begitu tahu kalau tempat kopdar dilaksanakan di Keraton Yogyakarta. Panitia pun sudah mewanti-wanti peserta untuk memakai batik, tapi begitu sampai terminal Giwangan di pagi hari saya cek websitenya Blogger Nusantara ternyata tempatnya susunan acara dirubah begitu juga tempatnya yang semula harusnya di Keraton pindah ke Joglo Abang, itu di mana coba? Intinya peserta diwajibkan berkumpul di Terminal Ngabean dan nanti akan diantar tempat acara. Yang aneh adalah ketika sambutan entah itu ketua panitia atau siapa saya nggak memperhatikan, beliau curhat dan minta maaf ke semua peserta karena tempatnya berubah, terus kemudian beliau bilang kalau dari awal sampai menjelang detik-detik pembukaan acara mereka BELUM DAPAT IJIN SEWA TEMPAT dari pihak Keraton. Wadehel, hellllooooooooooooo, kalau mau bikin acara bertaraf nasional dan satu bulan belum dapat tempat ijin ya harusnya cari tempat lain dong biar bisa fokus nyipain yang lain. Pernah jadi EO gak sih -__-

Kedua tempatnya nggak memadai, susunan kursi peserta dibuat letter U melingkari panggung utama, sound systemnya abal-abal, terdapat dua screen besar di sisi kiri dan kanan untuk presentasi, apa yang terjadi? Suara yang dihasilkan nggak kedengaran dengan jelas, iya saya nggak budeg. Saat presentasi adalah hal yang paling memalukan, kasihan yang sudah capek-capek menyiapkan presentasi tapi di layar tidak tampil dengan sempurna karena screen yang seharusnya dipakai untuk indoor dipasang di ruangan terbuka dengan cahaya terang benderang, ya nggak kelihatan kaleeeeeeeeeeeek.

Ketiga susunan acaranya tidak manusiawi, meskipun sungguh telat pembukaannya dari jam seharusnya tapi melihat rundown acaranya sungguh menyiksa peserta. Bayangkan acara di mulai dengan sambutan-sambutan, presentasi-presentasi dari pihak sponsor, sambutan lagi dari Bupati Sleman walau akhirnya beliau digantikan siapa saya lupa, pentas seni, pentas seni, presentasi entah apalagi, pentas seni dan pentas seni dan pentas seni, total dari jam 9 pagi acara selesai jam 11 malam. Gilaaa boiiiiiiiii. Walau akhirnya beberapa pentas-pentas itu ada yang nggak jadi tampil. Saya traveler tentu saja suka dan pagelaran pentas seni yang bernilai budaya, tapi ini acara kopdar untuk blogger tentunya dan harusnya tidak diisi dengan berbagai pentas seni, harusnya dikemas lebih hi-tech lagi, mungkin satu pentas seni saja cukup untuk hiburan. Jadi kesannya ini kayak acara kondangan karena kita banyak yang pakai batik. Dari awal sudah sangat garing acaranya, beberapa peserta ngerumpi masing-masing dan membentuk kelompok sendiri, dan banyak yang langsung kabur meninggalkan acara. Peserta bosan dan muak.

Keempat adalah panitia sangat kejam kepada kami para peserta, dikarenakan acara begitu memuakkan akhirnya panitia memutuskan membuat Tour Yogya bagi peserta yang ingin meninggalkan acara. Mereka mendata siapa saja yang ingin gabung dan saya langsung daftar. Berangkat jam 6.30 malam sampai Yogya sekitar jam 7, kami diwanti-wanti untuk berkumpul di terminal Ngabean maksimal jam 9 untuk dijemput dan dilanjutkan ke Desa Tembi. Karena sudah diwanti-wanti itulah saya nggak berani main terlalu jauh, cukup cari makan malam saja di angkringan Ngasem. Jam 9 malam sudah berlalu dan apa yang terjadi, kami ditelantarkan di Ngabean sampai jam 11 malam. Wadehel…………. Sampai Tembi peserta berkurang sangat banyak karena kabur dari acara duluan.

Kelima saya mencium ada bau yang tidak sedap, atau mungkin hidung saya yang salah ahaha. Katanya acara di Joglo Abang itu dadakan tapi kenapa ada acara peresmian Rumah Budaya Joglo Abang? Hayo ini apa hayooooo….

Mungkin ada yang keenam, ketujuh, kedelapan dan seterusnya, tapi hanya itu sih yang mengganjal di hati. Jadi harusnya acara pagi dilanjutkan di Desa Tembi dengan berbagai games, saya sudah nggak kuasa ikutan karena sudah hilang mood. Akhirnya saya ngabur jalan-jalan ke kota :p

Ah untuk kopdar selanjutnya saya pasti tetap datang kok, saya nggak kapok kok, soalnya panitianya pasti ganti hahaha. Tapi akhirnya saya bisa ketemu sama Om Brad, Bang Said, Mas Ndop, Om Tomi Purba dan beberapa blogger yang saya nggak kenal dan nggak tahu alamat blognya haha. Makasih juga buat Helga yang setia jadi partner in crime saya selama di Yogyakarta. Tsaaahhhh…

Nggak begitu banyak foto karena waktu itu saya bawa kamera tapi lupa bawa memori ahaha, itupun satu nyomot dari blognya Helga hahaha, pakai kamera handphone pun lowbat :p

ps: *yang mau nambahin silahkan, yang mau koreksi silahkan, yang mau misuh-misuh, ya emang gue pikirin*

24 COMMENTS

  1. buakakakakakakakakak

    semoga panitia mendengar langsung kritikan mas alid abdul..
    mohon maaf foto jogjanya menyusul ya..

    inet masih lemot hahahaha
    taun depan kalo deket join lagi lid!

  2. Huwahahahhaha…. ngakak loh aku moco iki. Untung banget aku bareng serombongan naik mobil carteran dari solo. jadi setelah ke tembi itu, jam 11 kami kabur dan liburan sendiri.. dan liburan itu bisa jadi obat kekecewaan hahahaha…

  3. Pedes tenan lid komentar e..cocok jadi juri Xfactor,,, 😀 😀
    Tapi dengan kritik di atas, semogA acara BN2014 nanti lebih maksimal ,dan sukses,,,

  4. wakakakakak iya emang pedes bener yeah. eh tapi sambutan itu ada yg keliru. sebenarnya bukan belum dapat ijin lokasi keraton. sudah dapat tapi pihak keraton membatalkan hanya H-1 dengan alasan yg terlalu memalukan utk diungkap.

    tapi senang kopdar sama Alid, sayang belum sempet kabur bareng. hehehe

  5. sayang kita tak jadi bersua karena saya ada kerjaan mendadak hari Minggu nya.. akhirnya gw ikutan acara lain yang lebih deket dari Jakarta dan hari Sabtu sore sudah kembali ke Jakarta lagi…

  6. Saya sendiri tidak hadir, Mas, tapi memang sususan acaranya mengalami beberapa perubahan.

    Tapi untuk acara bertaraf nasional gratis dan diikuti ribuan peserta, secara keseluruhan sudah okelah.. 🙂

  7. Semoga tahun depan lebih baik lagi, sempet baca ulasan dari blog tetangga yg bilang juga kata nya acara nya di pindahin tempat dadakan dll.

    Pingin juga ikutan acara beginian 🙂

  8. Ya ampun, aku ngakak malem2 baca postinganmu ini Lid.
    Syukurlah aku mabur duluan… aku sih ga enak ati mesti nulis ginian. Takut di blacklist sama panitianya, wkwkwk

    Tapi curcolmu ini nyata Lid. Kenapa ga diceritain ketinggalan MMC?

  9. wah, ternyata si Alid ikut juga acara ini.
    pas BN2013 itu aku juga ada di jogja, lagi kencan nonton jazz UGM casiopea. iki jogja rameneee..
    ada temenku juga Lutfi Retno yang jadi panitia, tapi.. aku malah jalan2 ke gunung kidul pas hari H, hehehe..

    lucunya, kebetulannya nih..
    pas pulangnya ke Jakarta aku di kereta ketemu mas Nanang @sangnanang dari Magelang, ketemu mbak Indah Juli dari Jakarta, dan Rusabawean, sama Arif Lukman yang anak IM. tadinya lagi tidur terus overheard orang2 ini ngerumpi kekacrutan acara, jadinya aku nimbrung, dan tau langsung baru kenalan sama orang2 ini, yang ternyata udah aku kenal di dunia maya, lhaaa kok ketemunya di kereta.

    dunia sempit buat para blogger emang.. :)))

  10. Duh, kacau ya acaranya.. Pagelaran pentas seni itu mah hehe..

    Tahun 2017 ada gak sih? Atau 2018 deh.. Gue sebagai blogger baru pgn kenal juga euy sama blogger2 kondang, termasuk bro Alid yg kondang ini 😀

    -Traveler Paruh Waktu

Leave a Reply