Rakyat Palembang Menyambut Saya

47

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 3 menit dari hidupmu.

Akhirnya setelah bertahun-tahun terwujud jugaΒ keinginan saya untuk menginjakkan kaki di Tanah Andalas. Dan Palembang boleh berbangga hati karena menjadi kota pertama di Pulau Sumatra yang saya kunjungi. Bumi Sriwijaya menyambut saya dengan penuh suka cita. Ini seharusnya yang bangga siapa sih? Saya apa Palembangnya haha.

Tiga hari dua malam di Palembang membuat saya jatuh hati. Walau wisatanya tidak banyak tapi worth to visit. Kuliner khasnya yang memanjakan lidah dan tentu saja rakyatnya begitu ramah kepada saya.

Kunjungan singkat di Palembang saya manfaatkan benar-benar, selain memang harus ke tempat wisata saya juga wajib bertemu teman lama. Teman yang selama ini bersua lewat jejaring media sosial akhirnya bisa bertemu secara langsung. Selain teman lama saya juga mendapat teman baru.

Sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II saya dijemput keluarga besar Haryadi Yansyah atau biasa saya memanggilnya Omnduut. Beliau adalah blogger, traveler, postcrosser, couchsurfer, facebooker (ANTV) sekaligus penonton bayaran *eh* hmm apalagi ya? Banyak deh saking aktifnya dia di mana-mana. Lupa sejak kapan kenal Omnduut tapi kami sering bersapa lewat facebook dan komentar-komentar di blog masing-masing.

wpid-alid-omnduut.jpg.jpeg

Selfie dengan Omnduut di Ampera

Omnduut menuntaskan janji-janjinya kepada saya “nanti kalau ke Palembang nginep saja di rumah”. Ya siapa sih yang bisa menolak rejeki tumpangan gratisan ahaha. Tidak hanya tumpangan gratis, saya juga diajak keliling ke beberapa tempat asyik di Palembang dan makan martabak di tempat paling ngehits yang pernah didatangi Yusuf Kalla.

Terima kasih sudah sudi menerima saya yang kecil ini di keluarga besar Omnduut. Jarang-jarang saya bisa sahur dan buka bersama bareng keluarga besar begini. Bisa dibilang saya lupa kapan terakhir makan dan duduk bersama keluarga sendiri hahaha. Sedihnya saya lupa foto bersama keluarga Omnduut πŸ™

Saya memanggilnya Mami Rina Arliny karena beliau emang emak-emak beranak dua. Tapi jangan salah dia gawl habis kalau untuk urusan eksis. Masih ingat ketika facebook dan twitter booming kala itu Mami Rina menyeret dan memaksa saya mendaftar. Lucunya beliau sekarang jarang online karena sibuk bikin kue kering ngiahaha.

wpid-alid-mami-mekki.jpg.jpeg

Mami Rina Arliny kanan dan Mekki kiri

Kenal beliau sudah lama semenjak ada situs yang bernama Pintunet.com yang sekarang raib ditelan zaman. Kami dulu akrab di situs review produk tersebut dan sempat kopdar di Jakarta dengan beberapa anggota lainnya. Walau situsnya sudah hilang (tulisan-tulisan kami juga goodbye) tapi pertemanan kita abadi #tsaaahh

Dua hari di Palembang saya muter-muter kesana-kemari naik motor diantar sama Mekki. Teman baru yang dikenalkan sama Mami Rina yang sebenarnya dia adalah karyawannya mami. Jadi dua hari dia masuk kerja tapi tidak masuk kantor karena tugas lapangan yaitu; menemani saya keliling Palembang haha. Saya pun sempat menginap di rumah Mekki semalam.

wpid-alid-mekki.jpg.jpeg

Mekki dengan sigap mengantar kemanapun saya mau. Beruntungnya dia tahu jalanan Palembang jadi anti nyasar. Terima kasih banyak Mekki, jasamu sungguh tak terperikan #eeeaaa
Kenal dengan Kak Rido juga belakangan ini di grup Warung Blogger tapi saya beberapa kali baca postingan-postingan dia di blog walau tidak meninggalkan jejak dasar alibi,bilang saja emang kagak pernah mampir. Kak Rido ini aktif banget nulis buku dan terhitung sudah menerbitkan 5 buku baik antologi maupun tunggal. Saya pikir profesi Kak Rido full time blogger dan writer, ternyata dia juga sipir penjara. Jomplang banget dengan bayangan image seorang penulis yang penuh dengan kalimat bersyairΒ  *halah ini apa* Terima kasih Kak Rido dan temannya Kak Ricky yang sudah meluangkan waktunya untuk menemani saya keliling Palembang.

wpid-sam_1636.jpg

Boyband nyasar, lead vokal Kak Rido pakai kaos hitam

β€œAlid lagi di Ampera? Tadi saya barusan ke sana” begitu bunyi sebuah komentar di foto yang saya upload di Instagram di malam pertama saya di Palembang. Singkat cerita saya janjian dengan empunya komentator untuk kopi darat. Mbak Nur, saya pikir beliau orang Jawa Timur, kami pernah ketemu di Jember waktu menonton perhelatan akbar di sana dengan beberapa teman. Nggak menyangka beliau orang Palembang tulen.

wpid-alid-mbak-nur.jpg.jpeg

Mbak Nur and Friend

Kami janjian bertemu untuk buka bersama di warung Mie Celor paling populer di Palembang. Tidak hanya Mbak Nur saja tapi ada juga teman beliau dari Backpacker Indonesia. Ngobrol ngalor ngidul dan temanya tetap yang dibahas adalah traveling. Sekali-kali kek bahas politik gitu :p

wpid-alid-rikki.jpg.jpeg

Rikki and Me

Yang paling kasihan adalah Rikki, jauh-jauh datang dari Prabumulih (dua jam dari Palembang) demi untuk bertemu saya. Sudah kondisi tubuhnya yang tidak fit dibela-belain bolos kerja lagi. Setahun yang lalu kami berlaga bersama di ajang The Extreme Journey keliling NTB dan NTT. Agak pangling karena potongan rambut dia berubah lantaran sekarang dia sudah kerja kantoran tapi kerja kantoran kok makin item saja. Kami ngobrol hanya sebentar karena saya harus mengejar pesawat. Yang penting kami sudah melepas kerinduan yang menggumpal #halah

Cerita wisata Palembangnya nanti saja ya kalau sempat menulis hahaha. Salam Pempek Kapal Selam Rudal Roket Bom Atom dan Cukoooooooooooo!!!

wpid-bidadari-palembang.jpg.jpeg

“Abang Alid ke Palembang lagi dong!” duh susah nolak kalau bidadari-bidadari PT. Marindal yang minta

Nb: dilihat-lihat lagi kenapa hampir semua foto saya bajunya sama T____T

47 COMMENTS

  1. Jadi kamu ke palembang ngapelin siapa ??? banyak amat yg di temui trus ngak ada yg di pilih hahaha

  2. ASYEM fotomu yg paling bawah Lid….
    Pindah ke Palembang aja gih Lid, biar bisa dikelilingin selir-selir PT Marindal, hahahaha
    Wong nJombang cen beringas nek urusan wedok πŸ˜€

  3. Itu dayang-dayang dibayar berapa biar mau diajakin foto bareng? πŸ˜€

    Wah banyak juga ya orang yang ditemui selama di Palembang. Maklum dah yang datang seleb ^_^

  4. Rasane koyo baca pencalonan pilkada Palembang, akeh tenan ya fans-mu. Tembus kih, ndang nyalon, Lid. Doaku sertamu hahahaha… Sekian dan terima tas. Give me that “paula abdul” bag!! πŸ˜€

  5. mas alid itu fotonya pake kamera apa sih ? kalau boleh tau mas. soalnya hasilnya bening, enak dipandang mata. apalagi pemiliki blog ini tjakep juga. #eaa

  6. “Dan Palembang boleh berbangga hati karena menjadi kota pertama di Pulau Sumatra yang saya kunjungi.” <<< Dadi pengin tekon : "Lha kon sopo, Lid? Kok Palembang kudu bangga?" hhhahahahaa

    Ya ampun, itu kamu di Palembang jalan2 atau jumpa fans?

  7. Keren ya fotonya dg bidadari2
    Kalo ke Plb Insha Allah nggak perlu takut jadi gembel, banyak orang baik siap menampung & menyantuni. *hohohoo

  8. Biyuuuh.. kuwi kostummu mbok nggo terus opo cuma pas arepe foto lagek nggawe kostum abang kotak-kotak kui? *aku yakin jawabanmu sing opsi pertama, alias gak tau salin hahaha*

    Fansku sing Palembang sopo yaaa? Hmm.. koyoke gung enek.

    Halo Kak Nduuut.. kenalan yuuuk.. AKu artis loh. Kamu harus ngefens sama aku yaaaa… Biar aku bisa dapat tumpangan hratesss… Ntar tak ajarin caranya pose ala model deh!

  9. pas baca judulnya, curiga postingan narsistik. ternyata yg dikunjungi banyak di Palembang, hehehe… Mana pempek Candy-nya?!

  10. akeh kenalanmu ndek kono.
    aku gak kenal salah satu blogger yang disebutin diatas sama sekali πŸ™

    wenake talah foto bareng mba mba berkedurudung
    eaaaaa

  11. wah aku kenal sama mbak Rina Arliny dari FB juga karena sesama orang palembang dan gabung di grup masak FB, beliau emang jago masaknya. aku juga kenal mas sama mbak Nur dan omnduut soalnya satu grup di backpacker dunia sumsel. jangan kapok ya main ke Palembang mas Alid

  12. Baca ini jadi pengen ke palembang, mas… Tapi, bolehkan foto2nya nggak sama cewek semua?

    Jadi pengen lho mas.. Hahahaha

Leave a Reply to Alid Abdul Cancel reply