Rasa Ndesonya Benar-Benar Menggoda

48

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 1 menit dari hidupmu.

Jalan-jalan rasanya nggak lengkap kalau tanpa diselingi wisata kuliner, kurang rasanya kalau belum makan makanan khas daerah tujuan wisata. Saya belum pernah menulis secara khusus tentang kuliner-kuliner yang pernah saya cicipi selama traveling. Kali ini saya mencoba menulis sebuah warung sederhana di Blitar, saya terkesan dengan keunikan dan kesederhanaannya, kalau urusan rasa itu tergantung lidah masing-masing.

Tapi bagi yang bosan dengan masakan kota yang itu-itu aja, coba Warung Mak Ti di Dusun Laos Desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Terkenalnya Warung Mak Ti sudah sampai ibukota, banyak media dan blogger yang telah meliput dan menulis tentang warung tersebut. Kabarnya bapak menteri-menteri yang terhormat juga langganan kalau mereka ada lawatan ke Blitar, katanya.

Untuk arah-arahnya saya nggak bisa merinci dengan jelas, waktu itu saya diantar sama host di Blitar (terima kasih kepada Dhani), jadi tinggal ngekor aja di belakang hehehe. Tapi gampang kok, karena di setiap sudut jalan menuju ke warungnya ada papan rutenya. Kalau takut nyasar tanya aja sama warga. Semua pasti tahu.

Kesan pertama masuk warungnya: bersih. Meskipun sederhana tapi bersih. Penyajiannya? unik, ambil sendiri, sebanyak-banyaknya, terserah, serakus-rakusnya. Semua hanya bayar Rp. 5.000,- Untuk menu-menunya sangat mengagetkan. Ada sayur batang lompong, dulu waktu kecil si mbah sering masak sayur itu, sekarang cari sayur begitu susahnya minta ampun. Jadi kangen masa kecil dulu.


Pemiliknya pun ramah, kesannya kita bukan pembeli tapi dianggap sebagai tamu/sodara yang sudah lama nggak pernah ketemu.

foto bersama pemilik

Penasaran dengan semua menu, khilaf dan beringas melihat masakan-masakan ndeso yang jarang saya temui. Jadilah semua menu saya angkut dalam satu piring hehehe…

Rasanya benar-benar citarasa ndeso, dijamin semua tanpa bumbu penyedap rasa (vitsin). Hanya mengandalkan bumbu-bumbu alami.


Nama-nama menunya jelas saya nggak tahu, paling yang saya tahu cuma sayur lodeh doang. Beberapa ikan tawar juga disajikan dan sekali lagi saya nggak tahu nama-namanya. Paling tahunya ya tahu sama tempe.

Cocok di lidah, cocok di kantong, sudah murah, enak, banyak lagi. Apalagi gratis *ditraktir sih hehehe….

48 COMMENTS

  1. ane tambahin lid, pernah suatu malam ane kota-kota iseng cari makan, alhasil ane sampai di mabes Makti ( soalnya jalannya emang lewat jalur Yonif 511 Blitar ). kebetulan malam itu pas hujan, jadi warung pas sepi. Setelah puas makan bermacam masakan khas Mak Ti, 2 porsi suka-suka + 2 gelas nesc**e cuman 14rb. Plus ane dapat kesempatan ngobrol private sama mak Ti hampir 1 jam, ada banyak ilmu yang ane dapat darinya:

    kalo di hitung pake rumus matematika dunia emang gak bakal ketemu nih…,
    dalam sehari Mak Ti harus membayar upah sekitar 20 orang janda + warga kurang mampu yang membantunya memasak, upahnya diberikan perhari ketika mereka pulang (makanan+ duit). mak ti sengaja memilih mereka karena berniat membantu perekonomian mereka.

    kedua, kalopun boleh dihitung maka tak kurang dari 500rb perhari uang yang keluar cuma2 dari warung makti, mulai dari orang cacat fisik yang selalu digratiskan makan, anak sekolah yg duitnya kurang, orang yang makan gak bayar, maupun untuk segala macam sedekah lain-lain ( konon makti emang rajin menyumbang)

    lhah darimana dana untuk mensubsidi biaya makan pelanggan warung ini kalo dalam perhitungan matematika selalu tekor ( soalnya dengan harga 5 rb per orang, pembeli bisa makan sepuasnya hingga kalo dihitung rinci bisa mencapai belasan ribu, gimana gak tekor tuh)? ternyata karena banyaknya orang yang bersimpati dengan keramahan & keikhlasan makti tadi tak jarang malah banyak pembeli yang curhat/ konsultasi dengan mak ti, lah sebagian dari mereka kadang ada yang berbaik hati dengan berbagi rizki kepada makti, bisa berupa uang, beras, gula dll. nah oleh makti barang2 tsb gak dipakai sendiri, tapi sebagian juga di masak untuk kemudian dijual di warungnya.
    luar biasa… bagi makti, sebagai single parent sudah bisa membesarkan ketiga anaknya sampai berkeluarga sudah cukup baginya.

    menjalani hidup dengan berbagi, bersyukur membuat hidup lebih bermakna. mungkin tinggal satu hal keinginan mak ti yang belum terwujud yaitu ingin beribadah haji, mungkin suatu saat kelak Alloh akan mengundangnya..

    kepanjangan ya….
    sorry bang…

    sekedar info : warung makti sudah buka mulai jam 6 pagi sampai jam 10 malam
    menunya : nasi tiwul, nasi jagung, nasi putih/ beras, ikan patin , bandeng, kan laut, ayam, segala macam sayur ndeso, dijamin gak bakal terlupakan…

    wajib dicoba…!!

    • Makkkkk komentarnya bisa jadi postingan tersendiri hehehe…
      Terima kasih tambahannya… Jarang bisa menemukan orang sederhana, murah hati dan ikhlas di dunia ini.

      Kok jadi kultum hhhaaaha… Kita kan bahas makanan…

  2. buaseed coba ada di tempat gueee..pasti gue g bakal tereak2 kelaperan..gue males makan karena di warung mahal2 buahahaha…

  3. Sangat salut dengan kesederhanaan perjuangan Mbak Ti dalam merintis warung sederhana namun sangat memberikan berkah manfaat kepada semuanya.
    SALAM hormat kami dari Kendari.

  4. Wow! Keren ya si Mak Ti itu. semoga kelak dikasih rejeki bisa naek haji.
    Ah aku jadi pengen ke Jawa deh ini…kamu siap kan jadi hostku Lid? haha

  5. Memang setiap daerah ada kuliner dengan rasa khas masing2, brarti penyampaiannya yang bagus sampe bikin yg baca pingin.com…hehehehe…lebayyyy

  6. Hmmmm… dan perlu u tahu juga Doel.. Warung Mak Ti masih sering disingahi Pak Boediono kalo pas pulang ke Blitar, karena memang makan disana nyaman, nuansa desanya masih terasa kental klik http://lareosing.org/archive/index.php/t-1550.html,.. dan akupun kalo isteri lagi nggak mau masak-in sering lari ke Mak Ti .. jarak-nya nggak jauh sih… wkwkwkwk.. kapan ke Blitar kita ke Mak Ti.. tak tunggu

  7. salam kenal semuanya… 🙂 cita rasa kampung memang sangat di rindukan oleh masyarakat perkotaan karna masyarakat perkotaan mungkin sudah akrab dengan makanan2 junkfood yang siap saji jadi mereka merindukan cita rasa makanan yang alami dan natural….

    untuk temen – temen juga disa saling bertukar informasi dan sharing tentang dunia kuliner dan pariwisata untuk kota Bandung http://www.bandungreview.com

  8. Okeh 😐 yang ini aku baru tahu, baru ngeh ada yang namanya warung mak ti. Sebagai wong ndeso aseli blitar, saya merasa gagal… (-_-)/|

Leave a Reply