Road to Dieng Plateau

41

Dataran Tinggi Dieng adalah tujuan wisata impian saya sejak lama setelah ngiler membaca postingan Telaga Warna dari salah seorang teman CouchSurfing sekaligus blogger asal Malaysia, Nurbaya. Ditambah membaca postingan Mbak Yu Elly di blognya juga. Semakin mantaplah saya ingin kesana, dan akhirnya pada liburan Imlek kemarin tuntas sudah keinginan saya. Sebenarnya liburan Imlek kemarin itu saya berencana ke Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran, apalagi sudah ada janji dengan Mas Jelek satu ini untuk jalan bareng kalau dia mudik dari Jakarta ke kampung halamannya. Tapi alam berkata lain, Kawah Ijen ditutup untuk umum karena statusnya yang bahaya.

Welcome to Dieng

Untuk menuju Dieng saya harus oper bis sampai 5 kali dari Jombang. Sabtu siang berangkat dari Jombang ke Yogyakarta, perjalanan yang biasanya ditempuh selama 5-6 jam tapi karena macet di Madiun dan Solo jadinya 7 jam baru sampai di Yogyakarta. Kembalinya lebih parah lagi, 9 jam baru sampai Jombang, padahal jalanan nggak macet-macet amat. Menginap semalam di Yogyakarta di rumah teman baru besok pagi-pagi lanjut naik bis ke Magelang. Jalanan sepi karena masih pagi jadi lebih cepat tiba di Magelang. Sampai terminal Magelang lanjut naik bis mini ke Wonosobo.

Perjalanan dari Magelang ke Wonosobo benar-benar sungguh fantastis. Jalanan berkelok naik turun dan supir bis beraksi layaknya pembalap F1. Bisa dibilang semua supir bis mini juruan Magelang-Wonosobo adalah lulusan F1. Ugal-ugalan sih nggak, saya hanya terkagum-kagum dengan cara menyetir mereka yang sudah terbiasa dengan medan naik turun dan berkelok, wuzz wuzz wuzzz… Mungkin bagi yang pertama kali naik kesannya adalah mereka tukang kebut dan ugal-ugalan. Seru loh, apalagi saya duduk di belakang pak supir.

Yang menakjubkan lagi adalah pemandangan menuju Wonosobo melewati Gunung Kembar (jangan ngeres ya otaknya). Gunung kembar tersebut adalah Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Kiri dan kanan adalah gunung, seolah-olah bis mini kecil mungil membelah dua gunung gagah tersebut karena memang jalan raya pas di tengah antara dua gunung tersebut. Mungkin kalau boleh berhenti saya ingin sekali berfoto, saya hanya puas bisa memfoto dari dalam bis dengan kecepatan penuh, hasilnya ya blurry semua haha.

Foto gunung ini saya ambil di dalam bis dengan kecepatan tinggi, dan hanya satu gambar yang nggak blur yang saya dapat. Entah ini Gunung Sindoro atau Sumbing

Sampai di terminal Wonosobo dilanjut ke depan RSU Wonosobo, karena bis ke Dieng tidak ada di terminal, jadi saya naik bis mini jurusan Purworejo ke RSU Wonosobo, jaraknya nggak terlalu jauh kok, 5-10 menit pun sampai karena memang masih di dalam kota Wonosobo. Nah dari depan RSU Wonosobo lanjut naik bis mini yang ngetemnya lama karena menunggu penumpang penuh. Saya sebagai penumpang pertama jadi nunggunya juga paling lama.

Pemandangan dari Wonosobo ke Dieng juga nggak kalah menakjubkan, jalanan sudah mulai sangat menanjak dan berkelok-kelok. Kiri kanan sangat hijau, teras siring ladang kentang, bawang, kubis, dan berbagai tanaman komoditas petani Dieng. Mata rasanya sejuk melihat pemandangan tersebut. Tidak saja mata yang sejuk tapi udara juga sangat sejuk alias dingin.

Pas jam 11.30 sampai di Dieng, cari penginapan pun nggak sulit disana karena banyak sekali losmen-losmen murah. Cek in dan bersih-bersih sebentar langsung lanjut berpetualang di Dataran Tinggi Dieng. Nantikan postingan saya selanjutnya yak!

Happy Traveling!!! Wonderful Indonesia!!!

Tambahan: karena ada yang mupeng dan ngiri setelah lihat foto-foto saya tanya berikut saya share rute dan habis budget berapa.

  • Bis Jombang-Yogyakarta (AC Ekonomi) = 30.000 (6 Jam)
  • Bis Yogyakarta-Magelang = 8.000 (2 Jam)
  • Bis Mini Magelang-Wonosono = Waktu berangkat bayar 17.000, tapi waktu pulang hanya 15.000 (2 Jam)
  • Bis Mini Wonosobo-RSU Wonosobo = 2.000 (5-10 Menit)
  • Bis Mini Wonosobo-Dieng = Waktu berangkat bayar 10.000 tapi waktu pulang 8.000 (1 jam).

Hitung sendiri yak!!!

41 KOMENTAR

  1. nah lhoooo…. ada yang aneh di postingan ini!
    1. kagak ada muka tengil ikut nongol
    2. kagak ada watermark raksasanya… =))

    anyway, suka dengan ini “Happy Traveling!!! Wonderful Indonesia!!!”

    MERDEKAAA!! 😀

    • empreeeeeetttttt ntar deh dipostingan selanjutnya muka gue bakal nongol hahha…
      perasaan tiap postingan gue pasti gue kasih happy traveling, dan klo masih di wilayah indonesia pasti gue kasih wonderful indonesia, kan slogan visit indonesia kita 🙂

  2. Saya pernah ke dieng mas… 2x, saya terkesan banget, pulang bawa oleh-oleh jamur dan bunga kol. tapi sayangnya di sana saya males mandi… dingin banget… sama nggak sama mas abdul.. Pupuk tembelek manusia di pinggir-pinggir jalan itu masih ada ga mas…

    • Dieng uda terkenal kok 🙂 tinggal sekarang kita harus melestarikan alam di Dieng, gosipnya katanya candi2 disana gak terurus dan alamnya terus dieksploitasi hingga rusak.

  3. asyik ya jalan-jalan di indonesia pakai angkutan umum, nggak ada tarif yang pasti.. berangkat dan pulang bisa aja beda harganya.. haha

  4. ini blog emang rapihan ya? apa gwe lagi berhalusinasi? wohoo selamat ya kaka… akhirnya ke sana juga heuheu 😀 dararanke itu link aye dipajang #nebeng :))

  5. Banyak sekali tempat yang indah di negeri ini, mungkindataran tinggi dieng salah satunya. Namun sekarang lagi kesengsem ama Mitos piramid di indonesia, terlepas dari benar tidaknya ya mudah mudahan bener,,, meskipun khusus di gunung padang ada anak INDIGO yang bilang kalo didalamnya ada sebuah peralatan KUNO berbentuk Teropong bintang,

    semoga Mitos ini ga di perdebatkan kaya Politik kita yg ga kunjung usai, tapi dibicarakan secara alamiah + pembuktian fakta lapangan,

    Thanks gan dah diberikan ijin Komen, salam

  6. Bener2 mantabs Bro Dieng, 4-7 Januari 2013 kemaren kesana bw mobil sendiri dr Surabaya-Solo-Boyolali-Salatiga-Ambarawa-Temanggung trus lewat rute gunung Sindoro yg medanya menanjak minta ampun, sempat berhenti beberapa menit di tajakan tertinggi karena kabut tebal tp alhamdulillah tdk terjadi hal-hal yg tidak diinginkan sampai di Dieng Plateau. (maklum perjalanan dituntun pakai GPS jd diarahkan ke jalur terpendek). Perjalanan 13 jam yg melelahkan dari Surabaya terbayar sudah dengan pemandangan yg tersaji di Gunung Sinduro, jajaran pegunungannya yg indah dan kebun teh yg membuat mata jd ijo. 2 hari tempat yg bisa dikunjungi adalah komplek candi Dieng, kawah sikidang, telaga warna beserta jajaran gua di dalamnya, telaga cebong, mau ke telaga sikarim tp jln rusak berat, Sikunir tp gak sampai mendaki karena cuaca, sumur jolotundo, kawah Seleri, mau kekawah candradimuka tetapi gak bisa krn jln rusak. Kalau mau dpt hasil maksimal disarankan bulan juli-agustus, tp suhu bs mencapai minus 5 (info dr pemilik homestay) jd bisa melihat embun beku. Keseluruhan sangat puas deh jauh2 dr Surabaya ke Dieng. Untuk beda tarif bus menurut saya normal, krn untuk berangkat jalanya banyak tanjakan sehingga banyak memakan bahan bakar, sedangkan untuk turun lebih murah karena banyak terbantu jalan menurun. Gitu menurut saya. Bagi yg belum coba, gak ada ruginya kesana deh……
    Selamat berpetualang ………..

    • tanya2 dunk info ke dieng dari surabaya, mau ke sana nih tgl 29 maret sabtu ini, berangkat dari surabaya naik bis, kira2 cukup gak yah waktunya kalo pulang hari senin pagi?

  7. tanya2 dunk info ke dieng dari surabaya, mau ke sana nih tgl 29 maret sabtu ini, berangkat dari surabaya naik bis, kira2 cukup gak yah waktunya kalo pulang hari senin pagi?

  8. Infonya keren banget, kbetulan aq mo ksana, nih lg survey jalur dr jombang ke wonosobo, klo naik kereta paling dekat di stasiun mana ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here