Sehari Menjajah Bali Selatan

32

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 4 menit dari hidupmu.

Artikel tentang Bali sangat banyak ditemukan di dunia maya, makanya saya lumayan malas sebenarnya mau menulis tentang trip saya ke Bali di bulan Ramadhan kemarin. Tapi banyak penggemar saya yang memaksa untuk mengulas Bali dari sudut pandang seorang Alid Abdul. Dan saya percaya setiap tulisan seseorang pasti punya rasa tersendiri meskipun bercerita tentang topik yang sama. Oke saya bohong tentang permintaan penggemar, siapa juga yang minta muahahahaha, sok artis banget deh guweeeeeeeeeeh :p

Yah bermula dari kegalauan saya karena trip Karimun Jawa batal total dikarenakan cuaca tidak bersahabat. Pucuk dicinta ulam pun tiba, maskapai sejuta umat, AirAsia menawarkan promo murah dari Surabaya-Bali pulang pergi hanya Rp. 150.000,- hanya orang gila yang tidak mengambil kesempatan itu. Tanpa ba-bi-bu lagi saya booking untuk dua orang, saya dan sahabat saya, Adit, yang bahkan saya tidak meminta konfirmasi dari dia kalau saya beli tiket buat dia. Paginya dia hanya bilang β€œHeh? Ayo deh!”

Jujur saya sebenarnya agak trauma dengan Bali karena kunjungan pertama kali saya ke Bali di tahun 2010 begitu penuh bencana, mulai dari nyrempet mobil Mercy dan harus ganti biaya asuransi, ban bocor, busi mati, kaki cedera sampai berdarah, bukannya hepi malah keki. Iya di tahun tersebut saya masih unyu-unyu-nya dan bego-begonya hehe, ah lupakan masa lalu. Jadi saya anggap kunjungan saya ke Bali kali ini merupakan kunjungan perdana tsaaah.

Yah namanya juga pertama kali jadi yang saya kunjungi tempat-tempat touristy gitu, lagipula hampir semua tempat di Bali sudah penuh sesak dengan turis. Di hari pertama kami mengeksplore Bali Selatan, berbekal motor butut hasil sewa seorang kawan di Sanur, dan artikel Berburu Pantai Di Bali Selatan Dalam Satu Hari!! dari Mas Fahmi dengan sedikit modifikasi dari saya, kami memulai menjajah Bali.

Pantai Penyu Pulau Serangan

Baru juga 30 menit kami telah nyasar 10 km hahaha, menurut saya Bali kurang sekali penunjuk jalan, ciyus. Tapi akhirnya kami berhasil menemukan jembatan menuju Pulau Serangan, pulau kecil yang punya luas hanya 2.9 x 1 km tersebut terhubung dengan jembatan dari pulau utama. Terdapat konservasi penyu di pulau tersebut, jadi tak aneh kalau pantainya bernama Pantai Penyu, meskipun tidak ada satupun penyu yang berkeliaran di pantai. Awas, banyak kotoran sapi berceceran di Pulau Serangan karena memang banyak sekali sapi peliharaan warga yang dibiarkan lepas begitu saja. Serunya di sini adalah bisa menikmati pantai tanpa gangguan dari turis lain, berasa pantai pribadi, sepi banget hampir nggak ada pengunjung.

Banyak Sapi di Pulau Serangan

Uluwatu

Dari Pulau Serangan kami langsung menuju Uluwatu. Begitu sampai kami beli tiket dan sebelum masuk petugas memasangkan selendang kepada setiap pengunjung serta memperingatkan kami supaya hati-hati dengan monyet. Tidak pernah membayangkan akan bisa terpesona dengan pemandangan yang disuguhkan oleh Uluwatu. Pura di atas tebing yang bawahnya langsung lautan biru lepas, melihat deburan ombak di bawah saya langsung tersihir dan tidak tahan untuk terjun ke laut dari ketinggian. Monyet di Uluwatu memang ganas-ganas, saya yang takut binatang berkali-kali berlindung di balik badan sahabat saya, sayangnya dia sama takutnya dengan saya hahaha. Ah tunggu cerita kami di Monkey Forest Ubud.

Siapa yang nggak terpesona dengan pemandangan ini

Asli pengen terjun dan nyebur ke laut kalau lihat ini

Bukit Uluwatu serasa di Bukit Teletubbies

Pantai Padang Padang

Sebenarnya dekat dengan Uluwatu ada Pantai Suluban tapi kami skip, toh pantai isinya juga itu-itu saja. Yah maklum saya bukan penggemar pantai ehehe. Tapi kami lebih mengincar Pantai Padang Padang, karena tempat tersebut digunakan untuk syuting Mbak Julia Robert dalam film Eat, Pray, and Love. Pantai yang katanya dulu sepi tiba-tiba jadi ramai dengan para bule berjemur di situ, yah semua berkat filmnya Mbak Juli. Di Padang Padang serasa bukan di negeri sendiri, anak-anak, pria, wanita, tua, muda berceceran di tepi pantai berjemur dan berenang yang semuanya warga asing. Suguhan perempuan-perempuan dengan bikini seksi di depan mata tanpa tedeng aling-aling. Oh saat itu sedang Bulan Ramadhan, oh puasa saya batal, oh tidaaaaaaaaaakkk!!!

Pantai Pandawa

Harusnya kami ke Pantai Green Bowl yang katanya hidden paradise tapi kami tidak bisa menemukannya dan malah tersasar ke Pantai Pandawa yang juga katanya masih baru. Pantai indah tersebut berada di balik bukit batu yang gagah. Primadona di pantai ini para pengunjung bisa bermain kayak dengan santai, karena ombak sangat tenang. Dari sekian pantai yang kami kunjungi, tidak satupun kami berenang atau sekedar main air. Ah payah :p

Pantai Pandawa di Balik Bukit Batu

Kayaking di Pantai Pandawa

Garuda Wisnu Kencana

Tujuan terakhir kami adalah GWK yang merupakan proyek gagal, semenjak kunjungan pertama saya dulu sampai sekarang tidak berubah sama sekali. Patung Wisnu dengan tangan tak sempurna dan Patung Garudanya tetap seperti dulu. Tentang GWK nanti saya posting tersendiri deh yak karena ada sesuatu yang menyihir saya di GWK.

Yup hanya lima destinasi yang bisa kami jajah dalam sehari di Bali Selatan, saatnya pulang ke rumah peristirahatan kami di Sanur. Asal tahu saja sampai Sanur kami kesasar hampir 2 jam. Koordinat lokasi tempat kami menginap sudah saya kunci di handphone tapi apa daya kalau baterai habis. Tanya beberapa orang ternyata ketahuan kalau orang Bali tidak hapal nama jalan. Bahkan ketika kami menyebutkan Lotte Mart di Sanur mereka tidak tahu, kebangetan, bukankah swalayan tersebut begitu besar dan terkenal tapi tidak satupun yang tahu. Setelah putus asa akhirnya ketemu juga jalan pulang muahahaha. Traveler itu pantang menyerah!!!

Wonderful Indoenesia and happy traveling!!!

32 COMMENTS

  1. uwaaaaa, kangen balii >,< eh ternyata itinerarynya ada yang makai, seneng deh hihi *semoga enggak nyasar gara2 itu* :p

  2. waaaaaaaaaaaaaaah, garai pengen ae rek
    kok sangar awakmu lid iso entuk tiket murah, kasi tips dong, lumayan tuh kalo ke bali naek bis, cuklek disikan gegerku :p
    tak tunggu cerita bali selanjutnya ^^

  3. tengok gadis2 berbikini tak membatalkan puasa la pak!!! ajaran sesat mana kau ikut neh?? πŸ˜›

    ehhhh… adit sama takut macam kamuhhh?? OMAIGAWDDD!!! jantan kah kamuhhhhh duaaaaaaaa??!! wakakakaka!

  4. waaaaa, pengen jadi pengen ke bali lagi rek, tak tunggu cerita lanjutannya
    btw, keren banget ya bisa dapet tiket pp bali 2 orang cuma 150 ribu, gilaaaaaaaa ><

  5. Ke bali jadi pengen. Budget dana katanya gak nanggung2 kalau kesana. Sayang gak potret juga, sayang juga kesana gak beli oleh2, soal pantai… πŸ˜€ lebih asyik memang kesana. Suka sama foto ‘Bukit Uluwatu serasa di Bukit Teletubbies” mas, serasa itu pengen guling2 πŸ˜€ hehe.

  6. Beuughh….fotonya…pas mangap..kaya lagi mo nelen pulau…dg background awan yang gelap gulita….horor banged daah

  7. foto bukit batu itu familiar banget lid
    soalnya ada yg pernah posting di instagram gitu
    kirain di luar negeri eh ternayat disana ada juga..
    dari beberapa tempat yang lo sebutin di atas, gwk masih jadi tempat favorit gue selama ke bali

    hehehe

  8. wah keren, aq aja belum ke semua tempat πŸ™‚
    tapi kalo lagi jalan-jalan ke Bali jangan lupa mampir buat lunch or dinner juga ya di Bale Udang Mang Engking Kuta
    udangnya enak bangeeetttsssss

Leave a Reply