Serunya Berburu Kuliner

24

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 3 menit dari hidupmu.

Sebagai traveler yang doyan jalan saya juga termasuk doyan jajan, maksudnya jajan makanan, bukan jajan yang “itu”. Jadi setiap kali plesir ke suatu tempat pasti saya sempatkan untuk berburu kuliner lokal, tapi saya bukan tipe pemburu kuliner tingkat dewa yang harus mati-matian cari kuliner khas hingga dapat sampai titik darah penghabisan. Ada loh temen saya yang kalau ke suatu tempat harus makan makanan khas tempat itu, kalau nggak dapat dia nggak bakalan bisa hidup dengan tenang. Akhirnya ketika perjalanan pulang di dalam kendaraan dia mengomel-ngomel nggak jelas seperti kerasukan setan 😀

Beruntung saya dilahirkan dengan tipe lidah pemakan segala dan nggak pilih-pilih. Mau diajak makan super pedas , super asam, ataupun masakan berbumbu menyengat saya sih oke saja. Makanya saya berani mencoba segala macam jenis kuliner apapun kecuali yang mengandung babi yak.

Sushidipamerin

Yeah Makan Sushi di Jepang

Terkadang kasihan juga lihat travel mate saya waktu ke India tapi langsung mual begitu mencium aroma kari yang menyengat. Atau kalau ke negeri seberang seperti Malaysia atau Singapura saya kan suka pesan Nasi Biryani buat ngirit ongkos makan, murah tapi porsinya jumbo jadi bisa dimakan berdua atau bertiga, tapi travel mate saya malah nggak doyan, eneg katanya, duh gagal ngirit.

Mencoba minta makan gratisan sama bocah India

Kalau jalan-jalan ke negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim selalu ada tantangan tersendiri untuk cari makan. Pernah  saya muter-muter selama 3 jam dalam kondisi lemas kelaparan tapi tidak satupun menemukan makanan halal, yang jual ayam goreng sih banyak tapi wadahnya dijadikan satu sama daging babi. Akhirnya saya beli nasi putih doang dan makan lahap dengan terpaksa karena sudah nggak tahan lapar.

Belum lagi masalah komunikasi, sudah tanya “no pork” belum ngerti juga, mau gambar muka babi tapi nggak bawa kertas, nggak kurang akal saya praktekkan saja dengan menarik hidung ke atas sambil bersuara “ngook ngoook ngoook” dan mendapat sambutan “aaaaaaaaahh” pertanda pedagangnya mengerti sambil cekikikan lihat ulah saya menirukan babi.

Paling ekstrem saya pernah mencoba gorengan serangga waktu jalan-jalan di Kamboja. Di sana ular, jangkrik, belalang, menjadi kudapan sehari-hari dan banyak dijual di pinggir jalan. Dari sekian kuliner ekstrem saya paling penasaran dengan kuliner khas negara Filipina yaitu ‘balut’, adalah rebusan telur ayam atau itik yang berisi embrio hampir sempurna. Ah ngiler-ngiler gimana gitu bayangin makan.

 Jajan Jangkrik di Kamboja

Jajan Jangkrik Goreng di Kamboja

Kalau kelamaan jalan di luar negeri saya paling kangen makan Nasi Pecel dan Rujak Cingur. Di India makan kari dan roti canai. Di Korea Selatan setiap hari makan kimchi melulu. Dan demi menghemat uang di Jepang setiap kali makan selalu beli Onigiri murah di minimarket. Kalau sehari dua hari masih oke, lah kalau seminggu di sana? Bayangkan betapa sakau-nya saya merindukan makan Rujak Cingur dengan bumbu petisnya yang hitam menggoda. Atau Nasi Pecel dengan bumbu kacangnya yang pedas menggugah selera, ditambah renyahnya rempeyek ikan teri yang kriuk-kriuk, duuhh ngiler.

Kimchi

Dari tadi ngomongin makanan melulu, nah kan jadi lapar. Nggak sempat keluar buat beli makanan? Ada neh Food Panda yang bisa bantu kita beli makan tanpa keluar rumah. Cukup order di websitenya atau melalui aplikasi Android atau iOS, tinggal bayar dan tunggu hingga pesanan di antar di depan pintu.

Food Panda Indonesia_1

Wih canggih, tanpa susah payah mengeluarkan kendaraan dan menerobos lalu lintas, tanpa susah payah mengantri, cukup order dari rumah atau kantor kita bisa pesan makanan kesukaan dari restoran favorit. Food Panda adalah dewa penolong di saat malas dan kelaparan hehehe.

wpid-food-panda-indonesia.png.png

Saat ini startup yang baru berdiri tersebut melayani empat kota besar, salah satunya Jabodetabek dan Bandung. Mereka juga sudah bekerja sama dengan 600 lebih rumah makan di Indonesia. Mau cari makanan Indonesia, ada. Makanan Jepang, ada. Makanan Mexico, ada. Makanan Itali, juga ada. Ah lengkap pokoknya tinggal search saja.

Oke usap iler dan langsung pesen!

24 COMMENTS

  1. Jangkriknya digoreng? Hyaah…malem2 udah enggak ramai dong, PakLik. 😀

    Saya belum pernah ngerasain kudapan yang unik2 itu. Paling ya udur2 laut.

  2. Hahaha jadi inget kisah temen nganterin temennya jalan2 ke Thailand, terus selama di sana temennya selalu pengen makan masakan Indonesia (kalo bisa nasi Padang) karena dia ga suka masakan Thai. PR banget kan? ;’)

    • Gubrag,,, terus dapet gitu nasi padang di Thailand? Ribet ya sama temen trip begitu hahaha… Masih mending temen tripku walau gak doyan tapi gak nolak makan yang lain, ujung-ujungnya KFC deh 😀

Leave a Reply