Tips Jalan-Jalan Di Korea Selatan

61

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 6 menit dari hidupmu.

Sembilan hari di Korea Selatan rasanya cukup untuk saya memberikan tips bagi siapa saja yang mau pergi ke sana. Sebelumnya saya belum pernah menulis tentang tips perjalanan karena blog saya bukan travel guide hahaha. Jadi kalau ada lebih ya berterima kasihlah, kalau ada yang kurang jangan protes! Berikut rangkuman persiapan serta beberapa tips dan informasi penting untuk jalan-jalan di Negeri Ginseng.

Persiapan

Sebelum berangkat yang jelas siapkan tiket pulang pergi, paspor, serta visa. Untuk cara pengurusan visa bisa kalian googling karena bertebaran informasinya di internet. Dan informasi mengenai musim apa yang sedang berlangsung, jangan sampai salah kostum. Kebetulan waktu saya ke sana adalah bulan Oktober jadi saat itu sedang musim gugur dan dinginnya menusuk. Jadi siapkan baju hangat atau jaket tebal, jangan lupa bawa kaos kaki tebal juga. Kemarin saya bawa dua jaket, yang satu saya beli di Zalora dan yang satu saya pinjam teman hehe. Tapi kalau siang ya siap-siap lepas jaket karena jalan kaki itu bikin keringetan walau ada AC di sepanjang jalan haha. Ah saya lupa mengecek berapa suhu di sana karena nggak bawa termometer #keplak

Fisik

Latihan fisik dan jalan kaki selama dua minggu atau seminggu deh sebelum beneran berangkat ke Korea. Yah bukannya mau menyarankan untuk ikutan tinju atau apa tapi jalan-jalan di sana itu benar-benar menguras tenaga loh. Secara geografis posisi Korea ada di perbukitan, jadi tempat wisata di sana kebanyakan ada di atas bukit atau di bawah. Dan untuk menuju ke tempat tersebut diharuskan naik dan turun tangga atau bukit. Belum lagi kalau banyak berpergian dengan kereta bawah tanah/subway, harus naik turun tangga juga, ekskalator minim hiks. Itu semua capek sodaraaaaaaaaa, bisa bikin kaki nyut-nyutan >_<

Nanjak Broooooooooooo!!!

Uang

Secara jelas Korea Selatan memakai Won sebagai mata uangnya, jadi sebelum berangkat tukarkan rupiah kamu ke dolar dan di sana bisa tukar ke won. Saya waktu itu nekad nggak bawa won sepeser pun dan begitu mendarat di Busan saya cari ATM yang berlogo cirrus, visa, atau mastercard. Masukin ATM BCA dan jreng-jreng keluar duit won, bank hanya membebankan biaya sebesar Rp. 25.000,-

Bahasa

Banyak yang bilang kalau orang Korea banyak yang nggak mengerti bahasa Inggris, tapi entah kenapa saya kok banyak ketemu orang yang bisa bahasa Inggris ya. Dulu waktu di Jepang juga di wanti-wanti begitu, tapi nyatanya nggak tuh. Tapi alangkah baiknya kalau belajar Bahasa Korea dasar untuk komunikasi sederhana. Yang mengherankan mereka malah bisa bicara bahasa Indonesia. Loh? Coba di Namdaemun market, penjual teriak-teriak “seribu tiga seribu tiga”. Ketemu kakek tua di dalam kereta pun saya ditanya dari mana dan begitu tahu saya dari Indonesia si kakek langsung “Tinggal di mana? saya dulu kerja di Palembang, Kalimantan” wuiiikkk. Kawan saya yang dari Malaysia sampai iri, kenapa orang Korea lebih tahu banyak tentang Indonesia daripada Malaysia hahaha. Jadi mereka lebih antusias ngobrol dengan saya. Tapi percayalah, bahasa bukanlah kendala kok untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Toilet

Saya sebagai orang Asia yang lahir dan tinggal di Pulau Jawa di Indonesia Raya tercinta kalau masuk toilet suka bikin becek lantai, tapi jangan harap di Korea bisa. Di sana semua itu pakai tisu. Ketika selesai boker dan mau basuh bokong baru sadar kalau nggak ada air hiks. Keluar dari toilet berasa jadi orang kotor sedunia karena hanya diusap pakai tisu. Ada yang lebih parah lagi adalah ketika sudah selesai nongkrong dan stok tisu habis. Nah untuk mengakali hal tersebut saya bawa botol kosong kemana-mana dan isi air di wastafel sebelum mulai nongkrong. Pernah juga waktu botol nggak ada saya terpaksa beli air mineral seharga Rp. 10.000 hanya demi untuk membasuh bokong hiks. Tapi jangan kuatir toilet di sana itu gratis loh, bahkan bisa internetan gratis karena ada wifi haha. Tapi bersihnya masih kalah daripada toilet di Jepang, bau pesingnya bikin muntah.

Transportasi

Nggak diragukan lagi transportasi di sana itu sudah terintegrasi dengan baik, untuk peta subway bisa instal aplikasi di masing-masing smartphone kalian, pilihan aplikasinya bisa kalian cari di google play store deh bagi pengguna android, lengkap. Nah kalau kalian nggak mau ribet membeli tiket satuan setiap kali naik kereta atau bis, bisa beli T-Money. Jadi itu semacam kartu isi ulang yang bisa untuk membayar apapun di Korea, mulai dari beli kopi di mesin sampai bayar cemilan di Seven Eleven atau minimarket, untuk isi ulang atau pengembalian dananya juga bisa di lakukan Seven Eleven dan minimarket yang tertera di kartu. Sebenarnya T-Money hanya bisa beli di Seoul sih, karena setiap kota punya kartu-kartu sendiri. Hebatnya T-Money bisa dipakai di penjuru Korea, berbeda dengan kartu lain. Keuntungannya adalah tidak ribet dan tiket biasanya dipotong 100 atau 50 won, lumayan. Apakah petunjuk transportasi berbahasa Inggris? kalau kereta bawah tanah di Busan dan Seoul menganut dua bahasa, untuk bis ada yang berbahasa Inggris ada yang tidak. Di Jeju sendiri semua bis hanya berbicara bahasa Korea hiks.

Makanan

Tipe rasa masakan Korea adalah hambar dan asam, bagaimanapun bagi saya nasi pecel adalah yang paling nikmat haha. Hati-hati bagi muslim karena di sana dijual bebas babi, tanya sebelum membeli apakah mengandung babi atau tidak (babi=dweji gogi). Banyak makanan Korea sebenarnya yang saya incar untuk saya makan tapi sayang rata-rata berbabi hiks. Tapi jangan kuatir di sana juga banyak yang halal kok, misalnya seafood. Atau kalian penggemar kimchi, di sinilah surganya. Saya makan berbagai macam kimchi dari yang biasa sampai yang berbau menyengat, host saya bilang saya hebat karena hanya orang Korea yang kuat makan kimchi jenis yang menyengat tersebut. yah atau memang saya rakus haha. Orang Korea suka makanan pedas tapi level pedasnya biasa saja tuh menurut lidah saya. Terus kalau di restoran atau warung kalian minta saja kopi, itu gratis sodara-sodara, biasanya sih kopi itu self service di meja yang telah disediakan. Yang nggak cocok makanan Korea bisa bawa abon atau dendeng atau sambel goreng tempe kering, kemudian bisa beli nasi instan di minimarket yang ada. Jangan sekali-kali beli mie instan karena juga mengandung babi haha, saya sampai seret  host saya ke supermarket untuk mencarikan mie instan yang tidak mengandung babi, jadi dia baca satu persatu setiap bungkus dan merek yang ada.

Surganya Wi-Fi

Salah satu yang selalu bikin galau saat jalan-jalan di luar negeri adalah keterbatasan komunikasi. Ada negara yang memperbolehkan turis membeli nomor lokal dengan mudah layaknya di Indonesia. Nah di Korea nomor lokal tidak diperjual belikan dengan bebas, kita harus menyewa telepon genggam seperti di Jepang kalau mau berkomunikasi dan harga sewanya bisa bikin bunuh diri. Tapi beruntung di Korea setiap sudut ada wifi bertebaran dengan kecepatan tingkat dewa, jadi tinggal siapkan senjata (smartphone) dan voila kamu bisa internetan di manapun. Yah agak tricky sih karena beberapa ada yang minta kata sandi, tapi selama saya di sana dengan mudahnya saya bisa internetan, tinggal coba satu persatu mana yang koneksinya terbuka, bahkan ketika menunggu bis di pojokan jalan saya bisa nyolong koneksi gedung sebelah. Salah satu host saya bahkan bilang kalau di rumah dia nggak langganan internet, dia cukup nyolong sinyal dari tetangga sebelah dia tanpa ketahuan, wuik.

source: janchipchase.com

Ngomongin telepon, di sana masih banyak terdapat telepon umum dengan koin dan kartu. Walau bisa dikatakan warga di sana rata-rata sudah punya handphone canggih. Uniknya di Seoul ada semacam mesin box serbaguna namanya Digital View yang bisa membantu siapa saja yang butuh bantuan, ada peta digital, informasi restoran, dan lain sebagainya. Nah salah satu fiturnya adalah bisa telepon gratis ke penjuru Korea manapun. Saya gunakan mesin tersebut untuk menelpon salah satu host saya di Seoul. Kotak tersebut bisa ditemukan di hampir seluruh penjuru stasiun di Seoul dan bandara.

Nah sekian tips dari saya, kalau nanti ada yang keingat atau ada yang tanya akan ditambahkan lagi. Korea Selatan itu mahal tapi tidak semahal di Jepang, saya dengan bujet yang cekak saja bisa kok, masak kamu nggak bisa :p

Happy Traveling!!!

61 COMMENTS

  1. Ternyata toilet di luar negeri selalu menjadi momok yang menakutkan buat orang indonesia ya :v serem kalau nemu toilet gak ada airnya, pas ga bawa tisu basah lagi akakaa :p

  2. Mungkin tips ini bisa gue jalanin pas udah lulus nanti, soal nya ada ketertarikan sedikit ngeliat seni tradisional di negara ini. 🙂

  3. Masa si toilet nya kotor mas? Emang bawa botol n tissue basah itu jurus jitu kl traveling keluar negeri deh, dmn pun Hihihi….
    Toilet tyt jd pembahasan plg Fav dr semua tips. Btw kl ngurusi visa brp lma mas?

  4. makanan seafood belum tentu free B2 lho. kadang minyak buat membakar atau menumisnya dari B2. hayooo… tapi kalau kita gak tahu gpp sih. hihihi

  5. kebayang susahnya cari makanan halal disana dan yang sesuai selera.

    tapi ini bukan salah satu promosi buat zalora kan lid?
    :p

  6. Seru ya mas di korsel? Pengen buanget tuh kesana. Lihat di film atau dramanya sepertinya orang korsel itu santun ya mas?

    • Orang Korea itu santun ke yang lebih tua atau yang punya jabatan tinggi daripada dia, dia akan menunduk-nunduk, tp akan kasar ke yg lebih rendah daripada dia hahaha #pengalaman

  7. Weladalah, khan hapemu lak enek aplikasi weather to lid, kudune suhune pun tercatat. Walaupun gak tepat, tapi khan iso ngerti kisarane piro derajat..

    Btw, komplit iki postinganmu.. Wah nek wesenya tanpa air begitu diriku gak mau ah ngising di sana.

    Btw sebenarnya ada air yg bisa mancur lo lit ketika kita mau cawik. Tinggal pencet tombol yg mana gitu aku lupa. Dadi air mancure berasal dari bawah bokong kita. Dan menyemprot tepat di lubang silit kita. Jadi dirimu yg belum tau caranya kali. Hahahaha..

    Setelah didiram pakek air itu, baru deh tisunya dibuat mbasuh silit dan bokong kita biar stay dry..

  8. Yessss wifi bertebaran ya di korsel, dah galau aja nih ane bingung klo tar disana paket data abis n ga bisa eksis di dunia maya hehehe, sippp thx bgt infonya, coz bulan depan mo ke sana slama bbrp hari 😀

  9. Insya Allah Oktober kesana hehe
    Tissu basah,tissu kering dan botol lsg masuk list!!
    Soalnya urusan toilet itu lebih penting hahaha
    Thanks tipsnya membantu banget hehe

  10. aku insyaAllah mau ke sana mid June. Kalau tinggal di hostel aman gak ya? Maklum mau backpacking. Ayo siapa yang ada rencana backpacking ke Korea tgl 11 – 15 Juni, email ke worohapsari@gmail.com ya.. siapa tau bisa barengan :))

  11. wah bagus sekali postinganya, sangat membantu sekali tipsnya. Kebetulan akhir Agustus nanti saya mau pergi ke Korea,
    saya mau nanya tentang bagian “Masukin ATM BCA dan jreng-jreng keluar duit won, bank hanya membebankan biaya sebesar Rp. 25.000,-”
    Apakah kurs nya akan lebih besar kalau ambil dari atm? atau sama saja?
    terimakasih *^,^*

  12. Wahhhh… Aku mau ada rencana ke korea nih. Tips dong, harus pake pesawat apa? Terus kira2 kita harus persiapam uang berapa yaaa?

  13. setuju soal makanan korea kebayakan hambar ;p.. makanya aku lbh milih japanese food drpd korean :D..

    duuh, ngeliat kontur jalannya aku kepikiran anakku ntr nih.. bakal capek pasti dia.. tapi aku males bgt bawa stroller -__-. harus cari solusi lain 😀

  14. wah, seru keknya, mas ….
    pengen travelling ke sana, tapi kok toiletnya serem amat ya???
    sholatnya gimana? gampang cari tempat sholat kah?

  15. Haloo~
    Informasi menarik tentang Korea lainnya juga bisa kamu dapatkan di halookorea.com
    kamu juga bisa belajar bahasa Korea dengan mudah,praktis dan gratis lo

  16. Kalo ke korea harus persiapan uang berapa dan misalkan gak bisa bahasa asing atau inggris,, apa ada rekomen untuk translator? Thanks

Leave a Reply