Mbledos Bercucuran Keringat Makan Gudeg Mercon

12

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 2 menit dari hidupmu.

Belum lengkap rasanya kalau ke Yogyakarta nggak mencicipi Gudeg yang merupakan makanan khas Kota Pelajar tersebut. Tetapi Gudeg bukan kuliner favorit saya ketika jalan-jalan ke Yogyakarta. Bahkan bisa dihitung berapa kali saya makan Gudeg waktu ke Yogyakarta. Sebagai orang Jawa Timur yang terbiasa makan makanan asin dan pedas. Lidah saya tidak cocok dengan masakan Yogyakarta dan Jawa Tengah yang cenderung manis. Sarapan Nasi Liwet saja berasa makan nasi dicampur kuah kolak pisang ehehe. Jadi kalau diajak berburu kuliner di Yogyakarta dan Jawa Tengah, saya sedikit pilih-pilih. Padahal saya orangnya kalau makan menganut prinsip prei racun alias doyan apa saja yang penting enak. Eits tapi ada Warung Gudeg di Yogyakarta yang benar-benar membuat saya jatuh hati.

Antreannya mengular

Warung Gudeg Mercon Mbak Tinah yang lokasinya tidak jauh dengan Tugu Pal Putih, tepatnya di Jalan Asem Gede No. 8. Namun untuk makan sepiring Gudeg ini harus sedikit berjuang. Karena buka hanya malam hari mulai pukul 9 malam hingga dini hari. Jam di mana lagi enak-enaknya tidur mendekam dalam kamar hotel. Begitu sampai di lokasi, jangan harap bisa langsung menyantap Gudeg dan kreceknya. Sebab antreannya sungguh membuat perut lapar semakin keroncongan. Tipsnya jangan pernah antre beli Gudeg ini ketika sedang kelaparan. Nggak ada yang istimewa dengan warungnya. Hanya warung kaki lima biasa dengan penerangan seadanya, bahkan bisa dibilang hampir nggak ada penerangan sama sekali kecuali lampu di warungnya. Pelanggan makan duduk lesehan di pinggir jalan dengan cahaya dari gawai masing-masing. Tetapi entah kenapa warungnya selalu ramai dan antreannya mengular panjang. Kalau kata orang sirik sih “dukunnya cocok” bhuahahaha.

Makannya di emperan gelap begini

Jadi apa yang istimewa dengan Gudegnya Mbak Tinah hingga ramainya bukan main? Seperti Gudeg pada umumnya yaitu nasi disajikan dengan nangka muda yang telah dimasak berjam-jam. Lauk wajib yaitu krecek, ayam suwir, dan pindang telur. Yang istimewa adalah kuah areh beramunisi mercon yang membuat siapa saja yang makan bisa mbledos bercucuran keringat. Iya disebut Gudeg Mercon karena memang warung ini spesialis Gudeg Super Pedas. Cocok sekali dengan lidah saya yang Jawa Timur banget yang memang suka makanan pedas. Kombinasi Gudeg manis dengan Kuah Areh yang super pedas benar-benar membuat lidah saya kelojotan. Harga Gudegnya tidak terlalu mahal, seporsi sekitar Rp15.000-Rp23.000, tergantung lauk yang dipilih. Saya sendiri selalu nambah sate ayam dan tempe mendoan.

Ini dia biangnya mercon
Gudeg gleekk

Duh membayangkan Gudeg Mercon saja saya jadi ngiler berat pengen berangkat ke Yogyakarta. Beruntung kota tempat saya tinggal tidak begitu jauh dari Yogyakarta. Pilihan kendaraan umum juga banyak. Mau naik bus tersedia 24 jam dari Jombang ke Yogyakarta. Atau mau nyaman dan anti macet bisa naik kereta api dengan jadwal yang sangat fleksibel. Mulai dari keberangkatan pagi hingga malam hari. Saya sendiri biasa naik Kereta Bima yang berangkat pukul 18:05 dari Stasiun Jombang, dan sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 21:46. Begitu sampai langsung naik ojek online ke Warung Gudeg Merconnya Mbak Tinah yang tidak jauh dari stasiun. Seribu kali ke Yogyakarta nggak akan pernah bosan. Yogyakarta bisa menjadi weekend getaway bagi saya jika pikiran sedang suntuk dan butuh refreshing. Entah ke sana sekadar berburu kuliner, atau hanya tiduran malas-malasan staycation di hotel. Suasana kotanya ituloh yang ngangenin.

Happy Eating!

12 COMMENTS

  1. Ohhh pantes suka nyinyir lha senengane maem sing pedes. Coba makan yang manis manis tambah nggak seru dunia penyinyiran. Kikiki

    Durung tahu nyoba gudeg pedes, biasane Nek maem gudeg aku njaluk Lombok sing utuh iku dadi keroso pedes e, Nek nggak onok pedes e, jujur susah nelan. Tak coba mrene, nggak coba gudeg sih, cuman pingin kenal karo dukun e. Buahaha

  2. biasane aku maem gudeg sing legi, tapi tetep wae tak kei sambel mas..
    nek ngene iki langsung pedes, aku kudu pesen wedang 2-3 gelas…
    ak biasane maem ning pas perapatan tugu..lali jenenge opo..tapi dudu mercon..

Leave a Reply