‘Tersihir’ oleh Telaga Warna Dieng

47

Fast reader silahkan pergi! Dibaca normal hanya butuh 2 menit dari hidupmu.

Memasuki kawasan dataran tinggi Dieng saya tidak merasakan hawa dingin yang sangat ekstrim seperti yang saya baca di beberapa blog. Jadilah saya nekad jalan-jalan hanya dengan memakai kaos dan celana pendek. Awal-awal perjalanan saya merasa biasa saja, tapi saya kena batunya pas di Dieng Plateau Theater. Gila angin kencang super dingin yang semakin sore dinginnya semakin menusuk tulang. Jaket terlanjur saya tinggal di losmen, jadilah saya jalan-jalan dengan menahan dingin. Jangan coba-coba wisata di Dieng tanpa membawa baju hangat.

Dataran Tinggi Dieng berada di 2093 meter di atas permukaan laut. Nama Dieng sendiri dari kata Di Hyang yang berarti Negeri Para Dewa (Abode the Gods). Memang di masa jaman dulu Dieng merupakan pusat peradaban Hindu, katanya lebih dari 400 candi yang dibangun pada sekitar abad 8 dan 9 ditemukan, tapi sayang sampai hari ini hanya 8 candi yang masih utuh. Kawasan Dieng juga memiliki banyak sekali tujuan wisata. Jadi kalau hanya 1 hari disana rasanya kurang, berhubung liburan saya juga terbatas jadi saya hanya ke tempat-tempat yang jadi highlight Dieng.

Telaga Warna

Telaga Warna yang memang jadi tujuan utama saya setelah ngiler bin mupeng lihat foto dan postingan teman Malaysia saya. Gila aja, yang Malaysia saja sudah datang, saya nggak mau kalah dong, nggak terima lebih tepatnya hehehe. Untuk menuju tempat-tempat wisata di Kawasan Dieng bisa naik ojek yang banyak mangkal. Sebenarnya teman saya merekomendasikan untuk sewa motor saja di penginapan, tapi saya tanya sambil memelas si pemilik penginapan bilang nggak menyediakan motor untuk disewa. Saya dapat harga 50 ribu untuk keliling Dieng, katanya sih sampai puas keliling sampai gempor pokoknya. Tapi hanya 4 tempat wisata saja yang bisa saya kunjungi, karena pas berangkat emang sudah siang sekali, jadi kalau ke semua tempat wisata rasanya nggak cukup. Catatan saya boncengan 3 loh, saya, teman saya yang kebetulan kerempeng, dan mas supir.

Telaga Warna

Untuk masuk tempat wisata di Dieng ada dua pilihan tiket, saya pilih tiket terusan seharga 12 ribu dengan 4 tujuan wisata. Anehnya Telaga Warna yang sudah termasuk tiket terusan tapi pas masuk masih ditarik lagi 2 ribu. Haduh. Saya nggak nyangka kalau di Area Telaga Warna banyak sekali gua-gua, tapi konsentrasi saya hanya Telaga Warna saja, nggak ke gua-gua yang katanya penuh dengan mitos-mitos masa lalu.

Telaga Warna

Melihat Telaga Warna yang hijau toska rasanya seperti tersihir dan terhipnotis. Benar-benar seperti memasuki dunia khayalan penul misteri, ditambah sulur-sulur akar pohon menjulur ke tengah telaga terlihat layaknya seekor naga. Menurut mitos yang beredar di masyarakat, dahulu ada cincin bertuah milik seorang bangsawan jatuh ke dalam telaga, sehingga mengakibatkan warna-warni di telaga tersebut. Tapi secara ilmiah Telaga Warna adalah danau vulkanik yang berisi air bercampur dengan belerang, jika kena sinar matahari akan memantulkan warna karena kandungan mineralnya. Bahkan saya melihat melihat letupan air mendidih di tengah telaga. Foto dari berbagai angle pun hasilnya fantastis loh. Katanya 20 tahun yang lalu warnanya bisa hijau, biru, merah, dan hitam. Tapi sekarang hanya tinggal hijau saja. Nggak tahu kenapa bisa begitu.

Narsis bentar ah

Masih di area Telaga Warna ada Telaga lain yaitu Telaga Pengilon yang dalam bahasa Jawa Ngilo artinya berkaca atau bercermin. Mitosnya jika seseorang berkaca di telaga tersebut akan terlihat tampan atau cantik jika dia berhati baik, sebaliknya akan terlihat jelek kalau berhati busuk. Berhubung saya orangnya baik hati, rajin nabung, dan nggak sombong sotomatis gantengnya nggak karu-karuan waktu berkaca di telaga hahaha.

Telaga Pengilon

Happy Traveling, Wonderful Indonesia

47 COMMENTS

    • Diiiiihhh itu kan elo yang berhati busuk hahaha. klo gue tetep ganteng :p
      klo mau coba renang gpp gih sono, gile ajeh, sulfur tuh, ada di beberapa bagian yang meletup-letup mendidih gitu

  1. Adikku juga udah pernah ke sana. Aku malah belom pernah..

    Eh, telaga warna itu hampir mirip sama danau apa ya yang di Bandung itu, tapi mereka putih dan bau belerang..

  2. Dari namanya, Pengilon itu kan artinya cermin atau kaca, mungkin danau ini memang menjadi cermin bagi langit-langit di atas Dieng..

  3. wow, subahanallah.. keren tempatnya, jadi bernostalgia nih mas, pas sd saya juga udah pernah kesana.. bener2 dingin hawanya.. jadi pengen travelling lagi nih,, kapan2 kalo ada waktu dah.. 😀

  4. “Melihat Telaga Warna yang hijau toska rasanya seperti tersihir dan terhipnotis. Benar-benar seperti memasuki dunia khayalan penul misteri” lebay sangat nih bocah! wakakaka….

    tapi pengalaman gw dulu ke kawah putih jg gitu sih, ngeliat daerah putiiih semua ditambah asap di sana sini langsung kebayang khayangan. wakakaka… hasil doktrin film-film keknya nih. =))

  5. gwe suka ini “wakakakaka lo kan tau hidup itu harus lebay hahaha…” kadang gwe ngerasa… orang yang paling bisa ngerasain bahagia itu hanya orang2 lebai keknya 😀 Hidup lebay #hlho

    Orang gilak! kaos + celana pendekan doank situh jalan2? sarap!

    • wakakaka betul betul betullllll, hanya orang lebay yang bisa merasakan hidup yang sesungguhnya 🙂
      hihihi waktu berangkat sih anget-anget aja, eh pas nyampe di DPT mampus kapok gue pake celana pendek 😛

  6. wah wah… pantesan banyak mitos yak.. temenku ada yang ngajakin kesini..tapi gak jelas tujuannya hue hue.. jadi aku gak mau..btw warnanya cuma satu doang ya? kirain bisa sembur sembur ungu, pink, atau kuning gitu hehehe

  7. Wisata Dieng Tour Organizer : Layanan beragam Paket Wisata ke Dieng dan info Obyek Wisata Dataran Tinggi Dieng. Hubungi : Sarwo Edi-(0813-2727-3004)

  8. udah lama sekali aku gak telaga warna ini….waktu mash sekolah aku kesana…jadi skg udah lupa kaya apa suasananya…

  9. weleh weleh,,, lagi stres krna tugas kuliah,,
    trus berselancar di dunia maya nemu situs ni mbacain isinya satu persatu ketawa2 snediri smpe dikira stres beneran ma ibu kos…

  10. wajib berkunjung nih kesana..
    makasih sarannya kalau di anjurkan membawa jaket, berarti hampir sama kaya kawah putih di bandung, soalnya disana juga dingin…

    di tunggu kunjungannya.

  11. “Berhubung saya orangnya baik hati, rajin nabung, dan nggak sombong sotomatis gantengnya nggak karu-karuan waktu berkaca di telaga hahaha.” –> bengong! hahahaha!

Leave a Reply