Menggugat Grup Travel Bloggers Indonesia

222

Konon di sebuah planet Bumi yang damai ini terdapat sebuah sekte keren nan ekslusif dengan nama Indonesian Travel Blogger,  (((((INDONESIAN TRAVEL BLOGGER))))) wuih merinding bacanya. Karena sekte tersebut keren saya mencoba mengirim email permohonan untuk bergabung, dan sampai sekarang saya tidak pernah sekalipun mendapatkan email jawaban ditolak ataupun diterima jadi anggota, sialan saya di PHP. Sekte yang baru saja berdiri tersebut ternyata dihancurkan oleh salah satu anggotanya dari dalam, oh ada pengkhianat. Hati saya riang sekali begitu mendengar kabar bahwa sekte eksklusif tersebut hancur, iya saya sakit hati lantaran lamaran saya digantung.

Ternyata kehancuran ITB banyak yang mengamini, saya sebut saja kaum tersebut sebagai kaum barisan sakit hati, cakidhnya tuh di sini *nunjuk selakangan*

Dan nyinyiran pun berlanjut…

Mas Ari (@buzzerbeezz)  seorang travel blogger sejati dan putra bangsa alias orang Indonesia, tulisannya banyak berbagi seputar Aceh, beberapa kali memenangkan lomba blog dengan hadiah jalan-jalan gratis DITOLAK. @acentris atau biasa menyebut dirinya babang adalah seorang pendaki gunung, tulisannya juga seputar gunung, dia asli berdarah Sunda yang secara otomatis menjadikan dia warga Indonesia, dia bahkan pernah menulis buku antologi walau tidak best seller, dia seorang travel blogger juga DITOLAK. Korbannya masih banyak selain mereka berdua. Tapi si Acen masih lebih beruntung daripada kita-kita karena dia mendapat surat cinta penolakan.

surat penolakan acen Dua manusia Indonesia tersebut saya angkat namanya di postingan ini karena mereka ingin numpang ngetop di blog saya dan nambah backlink. Padahal masih banyak kaum-kaum seperti kami yang tidak berhasil masuk ke sekte Indonesian Travel Bloggers saking ekslusifnya. Ah sudah lah itu semua masa lalu, hidup harus move on gaes. Iya kami bersyukur sekte tersebut hancur berkeping-keping dan lebur ke tanah. Modyar koweeee…

Eh tapi-tapi ternyata mantan anggotanya bertahan dan membuat sekte baru dengan mengcopy-paste semua konsep dan perubahan logo warna sekte lama. Namanya juga yang tidak kalah merinding yaitu Travel Bloggers Indonesia, cukup membuat bulu kuduk saya berdiri begitu membacanya. Ah hanya nama sekte baru saja, orang-orangnya sama, konsepnya sama, dan eksklusifnya sama parahnya. Embuhlah.

Kami memang tidak butuh pengakuan, selanjutkan akan saya ganti kata “kami” dengan “saya” karena saya tidak mewakili mereka yang masuk barisan sakit hati. Ini murni tulisan kekesalan saya terhadap sekte ini, saya memang suka sekali bikin drama haduh. Iya sekali lagi saya tidak butuh pengakuan, tapi mereka bawa-bawa nama Indonesia, itu yang bikin sakit hati. Saya yang seorang Traveler dan juga Blogger tentu saja saya orang Indonesia tidak diakui untuk masuk ke sekte itu. Coba saja nama sektenya tanpa kata Indonesia, saya pasti tidak akan sesakit ini. Sakit rasanya ditolak saudara sendiri, eits saya tidak bermaksud sok akrab dengan menyebut mereka saudara, tapi karena mereka juga orang Indonesia yang juga blogger dan traveler makanya saya anggap mereka saudara. Dan ditolak saudara itu sakit, atau mereka tidak menganggap saya saudara 🙁

Membaca surat cinta penolakan yang ditujukan ke Acen saya jadi bertanya-tanya, kriteria seperti apa yang mereka minta?

Perlu diketahui bahwa penerimaan ataupun penolakan lamaran keanggotaan suatu blog oleh ITB didasarkan atas beberapa hal, antara lain: kesesuaian isi blog dengan visi ITB, kualitas dan kuantitas isi blog (teks, foto, video, dll.) yang mencukupi, estetika layout blog ditambah kemudahan navigasi, hingga keunikan blog.

Lucu, menurut saya blog Acen (jalanpendaki.com) sudah sesuai dengan tema dan estetika tapi tetap ditolak, beberapa anggota sekte malah blognya kurang dari segi estetika, kok mereka bisa? Bagaimana dengan blog saya yang tidak kalah nge-hits, saya juga rutin menulis tentang traveling, layout blog saya juga keren, fans saya banyak, dan saya juga ganteng, tapi digantung juga. Oh kualitas penulisannya mungkin? Bagaimana dengan blognya Mas Ari (buzzerbeezz.com) yang tulisannya sering memenangkan lomba blog, memang tulisannya Mas Ari jelek sih, belajar nulis lagi ya mas #TamparDiriSendiri.

Eits itu sih syarat sekte lama, bagaimana dengan sekte baru?

syarat travel blogger indonesia

Banyak yang menyarankan saya untuk menulis email dan mendaftar ke sekte baru ini karena dari sekian syarat saya sudah mumpuni. Tapi saya geli dengan syarat nomor 6 (enam) yaitu untuk menulis tentang Travel Blogger Indonesia, yaelah tulis tinggal nulis saja dan kirim email apa susahnya. Enak saja, saya sudah tidak mau di PHP lagi, nanti jangan-jangan setelah menulis tidak dibalas lagi. Pasti dibalas kok lid, yakin lah sumpah. Ada seorang teman travel blogger sebut saja namanya mawar, dia sudah nulis tentang sekte Travel Bloggers Indonesia tapi sampai sekarang belum dapat jawaban juga hahaha. Terus apa bedanya dengan sekte lama =))

Jangankan ngirim email ke sekte tersebut, lha wong saya mention ke twitter saja tidak dibalas. Kasihan, apa perlu saya belikan pulsa untuk daftar paket internet. Itulah mengapa barisan kaum sakit hati juga sudah malas daftar lagi, daripada digantung begitu.

Toh member-member yang sekarang saya lihat di blog mereka juga tidak menulis tentang sekte yang mereka ikuti. Oh mereka member sekte lama yang otomatis migrasi ke sekte baru, jadi masuk tanpa syarat. Mawgad itu diskriminasi kampret. #KZL

Tujuannya apa sih bikin sekte gituan kalau ternyata akhirnya menyesatkan? Setahu saya yang visi sekte lama ingin jadi duta wisata Indonesia dan membantu pariwisata yang berkelanjutan, mbuh opo iki, akhirnya hancur juga. Toh langkah konkrit tidak pernah ada, kalau hanya cuma grup ngobrol di dunia maya saja saya lebih senang gabung dengan komunitas-komunitas blogger biasa saja tanpa embel-embel travel. Mereka lebih konkrit dengan sering kopdar dan berbagi ilmu, mereka bahkan mendata seluruh anggota tanpa tebang pilih, tidak ada eksekutif atau bahkan kepentingan bisnis. Bikin kek acara bersih-bersih pulau rame-rame gitu.

Di luar sana banyak sekali blogger-blogger keren yang menulis tentang traveling, tapi entah kenapa mereka tidak daftar ke TBI. Atau mereka tidak tahu kalau ada sekte keren tersebut? Kasihan mereka nggak gaul ternyata. Jangan suruh saya sebutkan beberapa nama atau alamat website, kalian kok rasanya kurang piknik dan blogwalking. Masak travel blogger kurang piknik?

Terus kenapa kamu nulis ini lid? Ya suka-suka saya dong, saya kan orangnya memang suka bikin drama. Saya hanya ingin tidak ada lagi korban-korban selanjutnya seperti saya dan beberapa teman. Kasihan mereka yang sudah meluangkan waktunya untuk menulis dan kemudian daftar tapi digantung tanpa kejelasan, perhatikan nasib mereka! Halah kamu nulis ginian juga masih berharap kan, sok pakai ngomong perhatikan nasib mereka. Haduh tanpa masuk sekte tersebut saya sudah femes kemana-mana, saya diakui, fans saya sudah banyak, follower saya bot, saya nge-hits, saya ganteng, dan saya sombong.

Semoga Bumi yang kita pijak ini selalu dalam keadaan damai dan penghuninya selalu menebarkan cinta kasih antar sesama. Keep traveling and keep blogging. Salam Pramuka!!!

wpid-alid-with-tbi.jpg.jpeg

Saya di tengah-tengah anggota Travel Bloggers Indonesia, iya kita semua bersahabat tapi karena saya bukan anggota jadi kaos saya kuning bhuhahaha

222 KOMENTAR

  1. Dulu ITB bubar (aku pikir itu nama perguruan tinggi :p) trus diganti TBI. Ntar klo TBI bubar, jangan2 diganti sama BTI, atau BIT, atau TIB, atau IBT, atau singkatan-singkatan 3 huruf lainnya. 😀

    Klo aku sih mikirnya, apa yang sekarang disebut dengan TBI itu lebih kepada suatu kelompok pertemanan, yang mana anggota-anggotanya sudah mengenal dekat satu sama lain. Sehingga, apabila ada orang baru yang ingin bergabung ke dalam kelompok tsb maka orang tsb harus melewati sejumlah fase “orientasi” agar kelak keberadaan orang tsb tidak menganggu “kenyamanan” anggota yang lain.

    Begitulah sekiranya pemikiran saya, hohohoho…

  2. Terus aku piye Lid? Daftar cuma beberapa hari langsung diterima. Emang sih blogku keren walau ga main SEO. Udah gitu aku juga simbok sangat keren huhuhuiii. Ga pernah nyinyir lagi. Bijaksana bijaksini. Tapi bagiku keadaan malah ga nyaman di awal chapter 2 dan mutusin keluar. We blog for the sake of blogging ajalah *bijak

  3. Halo, mas Allid, mas Acen, dan mas-mas yang lain.

    Mau share aja sih. Saat dulu masih bertitel ITB, aku juga ditolak masuk. Tapi aku sadar diri sih. Kualitas grafisku belum bagus, tulisan belum sempurna, dan pengalaman pun masih minim. Kalah telak dengan member lain yang sudah melanglangbuana menembus samudera dan lintas benua.

    Lalu ITB reborn dengan nama TBI, aku mencoba lagi mendaftar dengan melakukan semua persyaratannya. Happily, aku diterima.

    Ya, aku setuju dulu ITB eksklusif banget! Tapi, sekarang TBI lebih merakyat. Ada banyak anggota baru seperti aku, kak Andre, kak Adlien, dll. Yah, hopefully nanti ada kebijakan-kebijakan baru dari TBI sehingga TBI benar-benar menjadi wadah travel blogger seluruh Indonesia 🙂

  4. Hahaha, ini tulisan drama abis. Tapi bisa nangkep sih intinya. Saya mah ikut pede ajah kayak twitnya Alid. Aku pokoke blogger, traveler dan orang Indonesia. Lengkap kap kap…. yeaaayy

  5. Postingan bangkeee ! *ngakak*

    Jadi inget, sekitar medio 2013, pas aku sama Mba Yusmei ke Kudus, dapet kabar kalo http://www.buzzerbeezz.com ditolak TBI. Padahal blog milik Ari genrenya traveling banget. Lah, Ari saja ditolak, apalagi saya yang butiran upil ini. Akhirnya draft pendaftaran yang sudah saya siapkan, saya trash. Pesimis. Ibarat kata naksir orang, tapi udah ketauan bakal ditolak, mending berbesar hati ngga usah nembak sekalian. Hahahaha .. Malah curhat .. 😀

  6. Eh saya jadi baca tulisan ini karena baca Twitt mas Halim, salam kenal saya Indra di Bandar Lampung.
    Saya penulis pemula belum ada apa apa Nya buat blog juga baru 7 bulan. Hahahaha tapi kali merasa eksklusif kayaknya Musti rawat inap dulu yaa.? *eh.! Hahahaah

  7. minta dikomentari aku, Lid? 🙂 aku daftar ITB cuma sebulan langsung plush masuk gitu aja tuh.. mungkin emang aku kerennya seperti simbok Olen, walau dia meninggalkan kami keliling dunia (demi munthu, hiks!)
    dan aku seneng juga gabung TBI, banyak info, banyak temen baru, banyak jejaring baru, eh, dan banyak undangan makan-makan. kan, aku nggak pernah gabung di satu komunitas traveling apa pun sebelumnya. komunitas blogger apalagi. jadi gabung TBI kayak punya banyak sodara baru gitu, secara aku ini aslinya pendiam orangnya.
    menurutku join TBI seperti semacam peminatan aja, eksklusif atau nggak itu, ah..
    *siul-siul*

    • Acieeeeeee kak Indri mah udah masuk golongan pejabat ya pasti pencitraan klo sektenya merakyat bhuahahaha, buktinya banyak korbannya :p

      kita tetep temen kan? tetep sodara kan? wlo aku bukan anggota sekte hahaha

      iyo nek meneng nek ambung-ambungan :p

      • ngapain pencitraan, Lid? kenyataannya emang gitu kok. temen2 di TBI emang baik-baik. kan kamu udah kenal juga. udah ngajak-ngajakin gabung, udah ngobrol banyak soal ini juga. 🙂
        duh, udah sejak oktober 2013 ya ngempet nulisnya? udah 15 bulan, loh. hmm..
        udah berapa ritual sekte tuh yang kamu lewatkan??
        jadi aku kamu anggap pejabat atau anggota sekte??

        • karena pencitraan hanyalah milik citra rahman seorang hahaha… iya mbak aku gak ada masalah sama anggota-anggotanya kok… tahu sendiri kita kan sahabatan. Oktober 2013 itu dari 1.5 tahun digantung mbak hahaha,,, jadi coba itung berapa tahun itu 😀 lebih dari 15 bulan hahaha…

          Nulis beginian bikin drama ya? Ya masak aku harus nulis menjilat-jilat TBI secara aku pernah dikecewakan. Kan sudah tak tulis juga aku gak ingin ada korban-korban selanjutnya toh. Dicek kali emailnya pasti banyak antrian daftar, twitternya tuh juga matek kan? Kasihan mbak kasihan yang uda meluangkan waktunya untuk nulis dan daftar itu. Aku sih gak masalah gak masuk sekte nya mbak yang penting aku kamu dan kita semua sahabatan, bumi akan lebih baik kalau ada cinta damai 😀

          *peluk*

          • betul, selain citra juga ada badai. jadi klop dan komplit lah kalau mau sekte-sektean. drama sih tapi belum nemu produser..

            tentang ikutan kan pilihan masing-masing. aku sih pilih membawa energi positif saja karena masih merasa nyaman di sini. dapat member baru, dapat temen baru juga, teman diskusi juga, senang. rasanya tune aja.. 🙂
            kebetulan aku gabung dan ikutan aktif, jadi dapat manfaat banyak 🙂

            ih, kamu, sebelum peluk-peluk kejar ala film india dulu dong..

              • Mas, aku mau tanya. Kenapa tiba-tiba nulis ini sekarang? Maksudku, ada momen apa kah?
                Bisa dibilang, mas Alid sakit hatinya sama ITB yg dulu. Kalau sama yg sekarang, kamu kan belom pernah coba apply. Agak gimana gitu udah buru-buru ambil penilaian 😀

                • Aduh kaaakkk kamu kayaknya gak baca seutuhnya deh… yg sekarang kan sama-sama tukang php. Banyak temen2 uda menyelesaikan syarat ke 6 yaitu NULIS TTG ITB tapi ga digantung juga. Dibaca lagi ya kak ^^